Terjun Bebas, Rupiah Ditutup Melemah Tajam 2% di Akhir Februari

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – Rupiah harus puas menutup Jumat (28/2) di teritori merah setelah wabah terus meluas, membuat dunia menuju minggu terburuk sejak 2008 sehingga semakin was-was. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.40 WIB, Garuda mengakhiri transaksi dengan melemah tajam 293 poin atau 2,09% ke level Rp14.318 per dolar AS.

Sementara itu, dari , indeks dolar AS juga mengalami penurunan pada hari Jumat, karena penyebaran dari coronavirus memicu harapan untuk penurunan suku bunga The Fed dan mendorong investor berburu obligasi di tempat lain. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,274 poin atau 028% ke posisi 98,234 pada pukul 15.50 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, wabah virus corona yang terus memburuk membuat sebagian besar investor semakin yakin bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pinjaman bulan depan, yang sudah punya peluang 9% seminggu yang lalu. Investor sekarang mengharapkan tiga pemotongan suku bunga hingga pertengahan tahun, karena pasar saham telah hancur.

Pergeseran harga itu, ditambah dengan penurunan dalam imbal hasil Treasury AS, membuat kepemilikan menjadi kurang menarik dan mengirim euro 1% lebih tinggi dalam semalam karena investor membatalkan perdagangan. Pada saat yang sama, pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa mengecilkan prospek langsung kebijakan yang lebih mudah di sana.

“Orang-orang sebelumnya merasa nyaman sehingga membuat dolar AS begitu kuat,” kata kepala strategi FX di National Australia Bank di Sydney, Ray Attrill. “Ekuitas AS yang maju, AS terlihat lebih baik daripada bagian dunia lainnya, dan imbal hasil terlihat menarik tanpa bisa ditembus. Semua hal tersebut, sampai taraf tertentu, sekarang dipertanyakan.”

Lebih dari 2.700 orang telah tewas akibat serangan virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semalam mengatakan bahwa setiap negara harus bersiap untuk lebih banyak kasus. Harga saham dunia pun menuju minggu terburuk sejak hari-hari tergelap dari krisis keuangan 2008, membuat semua orang gelisah.

Loading...