Rupiah Tergelincir di Akhir Dagang Jelang FOMC Meeting

ternyata tidak mampu memanfaatkan momentum pelemahan AS jelang FOMC meeting untuk bertahan di zona hijau. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, meski bergerak di zona positif sepanjang hari, mata uang Garuda harus menutup perdagangan Selasa (31/1) ini dengan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.369 per .

Rupiah sebenarnya mengawali sesi dagang hari ini dengan dibuka naik 9 poin atau 0,07% ke Rp13.340 per dolar AS. Selepas jeda siang atau pukul 14.11 WIB, mata uang Garuda kembali menguat 13 poin atau 0,10% ke Rp13.336 per dolar AS. Sayangnya, jelang penutupan atau pukul15.48 WIB, spot harus tergelincir ke zona merah usai 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.360 per dolar AS.

Seperti diketahui, bakal menggelar rapat dua harinya mulai hari ini dan keputusannya akan diketahui Kamis (2/1) dini hari WIB mendatang. “Namun, saat ini ekspektasi untuk hawkish sedikit berkurang mengingat angka pertumbuhan AS yang cenderung melemah pada kuartal IV 2016 kemarin,” ujar Ekonom Bahana Securities, Fakhrul Fulvian.

Karena itu, laju dolar AS yang sudah melemah sejak kemarin terus berlanjut hingga siang tadi dengan turun 0,07% ke posisi 100,30. Pelemahan the juga dipengaruhi kekhawatiran pasar terkait sikap proteksionisme AS, setelah perintah eksekutif Presiden AS, Donald Trump, tentang imigrasi dan ancaman memberlakukan perbatasan. Tindakan Trump ini dinilai meningkatkan ketidakpastian tentang prospek bisnis AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.343 per dolar AS, terdepresiasi tipis 8 poin atau 0,05% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.335 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang Asia cenderung menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,9% dan dolar Taiwan sebesar 0,47%.

Loading...