Selasa Pagi, Rupiah Tergelincir 5 Poin di Pembukaan

Rupiah - kabar.newsRupiah - kabar.news

Rupiah gagal mempertahankan tren positif ketika memulai Selasa (21/1). Menurut Bloomberg Index, Garuda dibuka melemah 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.644 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.639 per AS pada hari Senin (20/1) kemarin.

Transaksi kemarin, mata uang domestik mampu berakhir positif ketika indeks dolar AS juga bergerak naik. Mata uang Paman Sama didukung AS terbaru yang berhasil dirilis lebih baik dari perkiraan . Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa data perumahan AS pada Desember naik menjadi 1,38 juta, jauh lebih baik dari prediksi dan menjadi kenaikan terbesar dalam 13 tahun.

“Di sisi lain, pasar cenderung berhati-hati menanti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan pada 22-23 Januari besok,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Ada proyeksi Bank Indonesia akan kembali memangkas acuan sebesar 25 poin menjadi 4,75% , walaupun banyak pengamat yang mengatakan Bank Indonesia masih akan tetap mempertahankan acuan di 5% akibat penguatan mata uang rupiah yang begitu tajam.”

Sementara itu, Analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan bahwa rupiah berpotensi berbalik melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan posisi rupiah secara teknikal sudah masuk ke area jenuh jual. Selain itu, tidak ada data ekonomi dalam negeri yang dirilis dan tidak ada event besar di sentimen eksternal.

Namun, menurut analisis CNBC Indonesia, mata uang Garuda masih berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot, dan karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...