Rupiah Tancap Gas di Awal Pekan Usai Libur Lebaran

rupiah menguat

langsung tancap gas setelah domestik kembali beroperasi usai libur panjang . Seperti dilaporkan Index, Garuda membuka Senin (3/7) ini dengan menguat 19 poin atau 0,14% ke level Rp13.329 per . Kemudian, pada pukul 08.32 WIB, spot kembali mengalami apresiasi sebesar 14 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.334 per dolar .

“Setelah libur Lebaran kemarin, rupiah diperkirakan akan menguat pada perdagangan hari ini,” kata Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Faisyal. “Pasalnya, pelemahan indeks dolar AS diperkirakan kembali berlanjut di tengah isu pengetatan moneter sejumlah bank sentral dunia, seperti Bank of England, Europe Central Bank, dan Bank of Japan, selain tekanan internal lantaran voting UU AS yang kembali tertunda.”

Menurut Faisyal, pada akhir pekan lalu, rupiah seharusnya mendapatkan dukungan dari sisi global, yaitu melemahnya pergerakan indeks dolar AS serta kenaikan minyak mentah dunia. Namun, mata uang domestik justru melempem seiring dengan aksi profit pasar di saat libur panjang Idul Fitri. “Pergerakan rupiah selanjutnya akan menanti data inflasi Juni 2017 yang dirilis awal pekan ini,” sambung Faisyal.

Berbeda dengan Faisyal, Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, justru menilai rupiah masih rentan berbalik melemah pada hari ini karena gerak mata uang yang terbatas. Meski demikian, mata uang Garuda masih memiliki peluang untuk dapat bergerak positif meski tipis, dengan sentimen pendorong dari harga dan harga minyak yang mengalami apresiasi.

“Sementara itu, pergerakan dolar AS bisa rebound meski tipis, yang didukung data penjualan rumah di Paman Sam yang meningkat pada bulan Mei 2017,” tutur Reza. “Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal bergerak di kisaran support Rp13.330 per dolar AS dan resistance Rp13.315 per dolar AS.”

Loading...