Rupiah Tak Kunjung Membaik, Pasar Ekspor Makin Suram

rupiahRupiah masih belum mampu bangkit dari keterpurukannya hingga sore ini (27/7). Pergerakan Rupiah berada di kisaran Rp 13.443 hingga Rp 13.480 per Dolar AS dan harus berakhir di level Rp 13.463 per Dolar Amerika Serikat. Kali ini posisi Rupiah terhadap Dolar AS kembali sejauh 16 basis poin (setara 0,12%), meski sebenarnya Dolar AS tengah diperdagangkan . Mengacu pada data dari Indeks Dolar Bloomberg, Indeks Dolar turun 0,64% ke posisi 96,622 terhitung pada pukul 15.57 WIB. Sedangkan posisi Rupiah menurut kurs referensi (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia, berdasarkan Bank Indonesia turut merosot ke rekor baru. Rupiah dari yang semula berada di level Rp 13.448 per menjadi Rp 13.453 per .

Pelemahan Rupiah ini membuat potensi ekspor makin suram dengan menurunnya harga komoditas. Pakar ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, menuturkan bahwa komoditas ekspor unggulan Indonesia juga terkena dampak negatif akibat harga komoditas yang makin anjlok. “(Turunnya harga komoditas) tidak hanya mengakibatkan Dolar tetap kuat, tetapi juga menurunkan harapan membaiknya ekspor serta likuiditas Dolar di Indonesia,” tuturnya. Melemahnya Rupiah kali ini juga turut menekan harga obligasi pemerintah Indonesia di pasar sekunder. Imbal hasil SUN bertenor 10 tahun turun telah naik 6 basis poin ke 8,277% (tercatat pada pukul 16.07 WIB).

Sementara itu, harga mentah dunia telah merosot selama 4 hari berturut-turut dan diperdagangkan melemah sejauh 0,42% hingga mencapai harga 47,94 Dolar AS per barel. Kontrak CPO di Bursa Malaysia juga melemah di hari ke-4 hingga turun 1,56% ke harga 2.144 Ringgit per ton.

Loading...