Rabu Sore, Rupiah Stay di Zona Hijau Saat Dolar Bangkit

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada perdagangan Rabu (2/10) sore, ketika indeks dolar AS mencoba bangkit setelah sempat terpukul data Negeri Paman Sam yang dilaporkan lesu. Menurut catatan Index pada pukul 15.45 WIB, Garuda menguat 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.197 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.207 per dolar AS, melemah 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.196 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,20% dialami rupiah dan pelemahan terdalam sebesar 0,39% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, sempat bergerak lebih rendah karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS dan kemungkinan penurunan lebih lanjut sehingga mencari aset yang lebih aman, indeks dolar AS berusaha untuk bangkit. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,209 poin atau 0,21% ke level 99,337 pada pukul 15.46 WIB.

Diberitakan Reuters, data yang dirilis Selasa (1/10) waktu setempat menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September 2019 ke level paling lemah dalam lebih dari satu dekade dan mengirim greenback turun tajam dari level tertinggi lebih dari dua tahun. Institute for Supply Management mengatakan, indeks aktivitas pabrik AS turun menjadi 47,8, angka terendah sejak Juni 2009.

“Sementara data mewakili kejutan negatif dalam arti bahwa data itu datang di bawah ekspektasi konsensus, dengan cara lain perlambatan industri sama sekali tidak mengejutkan,” ujar BNY Mellon dalam sebuah catatan. “Pasalnya, ini sudah terlihat pada tensi perdagangan Tiongkok-AS dan tanda-tanda perlambatan di seluruh dunia.”

Angka manufaktur adalah pertanda buruk untuk angka tenaga kerja September AS yang akan diumumkan Jumat (4/10) mendatang, karena pergerakan sering berkorelasi. Menurut BNY Mellon, meskipun The Fed ‘keras kepala’ dengan merasa bahwa suku bunga sesuai untuk ekonomi yang terus berkinerja baik, pada akhirnya mereka harus menerima bahwa pilar dukungan, pasar tenaga kerja dan , melemah.

Loading...