Sambut Libur Lebaran, Rupiah Berakhir Stagnan

rupiah - m.akurat.corupiah - m.akurat.co

JAKARTA – Setelah bergulir dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah akhirnya menutup perdagangan Selasa (11/5) di posisi yang sama seperti kemarin, menjelang libur panjang pasar domestik bertepatan dengan . Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir di level Rp14.197,5 per dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang di Asia terpantau tidak berdaya melawan . Won Korea Selatan menjadi yang terpuruk karena melemah 0,48%, disusul ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,26%, dolar Taiwan yang turun 0,13%, serta yuan China yang terkoreksi 0,1%. Sebaliknya, peso Filipina, rupee India, dan bath Thailand terpantau menguat, meskipun tipis.

“Rupiah berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, mengikuti keresahan pelaku pasar global karena penurunan dalam indeks saham AS, Nasdaq. Terlebih, indeks saham Asia juga bergerak melemah,” tutur pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, pagi tadi kepada CNN Indonesia. “Pelaku pasar mengkhawatirkan kenaikan inflasi AS yang bisa mengubah pendirian kebijakan moneter .”

Investor saat ini memang tengah menunggu indeks konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu (12/5) waktu setempat untuk mengukur tekanan inflasi dan sikap kebijakan . Menurut Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, pembuat kebijakan ingin melihat inflasi yang lebih tinggi, lebih banyak pertumbuhan upah, dan kenaikan lapangan kerja yang kuat sebelum mempertimbangkan untuk menyesuaikan kebijakan moneter.

Dari pasar global, indeks dolar AS berusaha keluar dari area merah pada hari Selasa karena investor bertaruh bahwa kenaikan inflasi akan mengikis prospek nilai mata uang karena Federal Reserve masih mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,003 poin ke level 90,215 terhadap sekeranjang mata uang utama pada pukul 12.21 WIB.

Pada hari ini, China melalui National Bureau of Statistics juga melaporkan indeks harga konsumen bulan April 2021 yang naik 0,9% secara year-on-year. Meskipun sedikit lebih rendah daripada perkiraan analis sebesar 1%, indeks harga produsen meningkat 6,8% atau lebih tinggi daripada prediksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 6,5%.

Loading...