Minim Gerak, Rupiah Stagnan di Akhir Pekan

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

JAKARTA – berakhir stagnan pada Jumat (22/11) sore ketika Asia cenderung bergerak sempit karena masih mengincar aset safe haven sambil menanti perkembangan negosiasi AS-China. Menurut laporan Index pada pukul 15.58 WIB, rupiah ditutup di level Rp14.092 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.100 per dolar AS, menguat 12 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.112 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,15% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,05% menghampiri rupiah.

Dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Jumat, karena investor masih mengincar aset safe haven di tengah penantian perkembangan dalam negosiasi perdagangan AS-China dan meningkatnya skeptisisme tentang laporan kemajuan dalam pembicaraan. Mata uang Paman Sam melemah tipis 0,060 poin atau 0,06% ke level 97,933 pada pukul 12.59 WIB.

Diberitakan Reuters, investor sebelumnya telah memperhitungkan bahwa gencatan senjata parsial dapat disepakati pada pertemuan puncak pertengahan November di Santiago, Chile. Sayangnya, KTT tersebut itu dibatalkan. Namun, juru bicara China menuturkan bahwa pihaknya akan berusaha keras untuk menyelesaikan perselisihan. Wall Street Journal juga melaporkan bahwa perunding AS telah diundang ke Beijing untuk tatap muka, lebih lanjut meningkatkan harapan dan selera risiko.

“Tensi perdagangan telah memenuhi sentimen,” kata kepala strategi FX National Australia Bank, Ray Attrill. “Dengan rentetan konstan hal-hal yang tampaknya saling bertentangan, pasar tampaknya sudah menyerah untuk mencoba menebak tajuk utama berikutnya. Kami akan memperdagangkannya setelah kami tahu apa yang terjadi.”

Di tempat lain, pound sterling diperdagangkan di bawah level 1,30 terhadap greenback, terbebani sebuah manifesto dari Partai Buruh Inggris yang menetapkan rencana radikal untuk menaikkan pajak dan menasionalisasi infrastruktur. Indeks manajer pembelian di Jerman, Zona Euro, Inggris, dan AS yang diumumkan hari ini menawarkan pembacaan pada sektor manufaktur yang rusak di dunia.

Loading...