Rupiah Sambut Libur Panjang dengan Penguatan 95 Poin ke Rp13.115/USD

akhirnya bisa menyambut libur panjang pekan depan di zona hijau. Menurut laporan Index, Garuda menutup perdagangan akhir pekan ini (1/7) dengan penguatan sebesar 95 poin atau 0,72% ke level Rp13.115 per AS.

Penguatan rupiah sudah terjadi sejak awal perdagangan dengan dibuka naik tipis 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.207 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.161 per dolar AS pada akhir perdagangan sesi I. Jelang penutupan, tepatnya pukul 15.15 WIB, rupiah melonjak 71 poin 0,53% ke posisi Rp13.139 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga dilaporkan oleh Yahoo Finance. Pada pukul 16.02 WIB, mata uang Garuda terpantau 75 poin atau 0,57% ke level Rp13.135 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, mengatakan bahwa salah satu penyokong rupiah pada perdagangan adalah rilis data inflasi Juni 2016. “Inflasi menjadi salah satu sentimen yang dicermati pelaku pasar,” katanya.

Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik () pada Jumat pagi, indeks harga konsumen bulanan pada Juni 2016 mencapai inflasi sebesar 0,66%. Besaran inflasi tersebut lebih tinggi dari prediksi dan konsensus Bloomberg. “Inflasi 0,66% ini kalau dibandingkan tahun 2010 termasuk moderat terkontrol,” terang Kepala BPS, Suryamin.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada, menambahkan bahwa masih kuatnya sentimen dari dalam negeri mampu menahan tekanan rupiah sehingga kembali bergerak ke zona . “Penguatan rupiah masih tidak lepas dari sentimen persetujuan pengesahan UU sekaligus menjadi penopang ekuitas dan obligasi,” kata Reza.

Loading...