Selasa Sore, Rupiah Rebound Ketika AS-China Bernegosiasi

Rupiah - beritacenter.comRupiah - beritacenter.com

JAKARTA – Rupiah ternyata mampu bangkit ke area hijau pada Selasa (8/10) sore, ketika Asia menemukan kekuatan di tengah penantian mengenai pembicaraan antara dan China. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.50 WIB, Garuda menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.162 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.170 per , terdepresiasi 14 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.156 per . Di saat yang bersamaan, mata uang Asia kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami yuan onshore China.

Dari pasar global, indeks dolar AS juga menemukan dukungan pada hari Selasa, ketika investor menunggu hasil dari pembicaraan perdagangan AS-China di Washington dengan hati-hati karena tidak ada pihak yang berspekulasi mengenai hasil negosiasi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,012 poin atau 0,01% ke level 98,964 pada pukul 12.16 WIB.

Dilansir dari Reuters, greenback telah naik semalam karena penghindaran aset berisiko, dan ekspektasi rendah untuk kesepakatan perdagangan, mendorong mata uang yang terpapar perdagangan seperti dolar Australia, dolar Selandia Baru, yuan China, dan won Korea bergerak lebih rendah. Dolar sempat menahan kenaikan tersebut di perdagangan pagi, tetapi bergerak sedikit karena pasar mata uang lebih bersikap wait and see.

“Tidak ada yang bisa yakin tentang pembicaraan ini, kecuali kecenderungan kami bahwa pembicaraan lebih cenderung mengecewakan daripada untuk menyenangkan harapan pasar,” ujar ahli strategi mata uang di Westpac di Sydney, Sean Callow. “AS dan China terlalu jauh berbeda dalam masalah-masalah utama dan hanya menyisakan kesepakatan yang sangat terbatas dalam prospek.”

Pertemuan antara wakil AS dan negosiator perdagangan China dimulai di Washington pada hari Senin (7/10) waktu setempat, dengan sedikit tanda-tanda kemajuan. Pembicaraan tingkat atas dijadwalkan dilanjutkan pada Kamis (10/10) mendatang, ketika Wakil Perdana Menteri China, Liu He bertemu, dengan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin.

Pembicaraan berlangsung sekitar seminggu sebelum kenaikan yang dijadwalkan di AS atas barang-barang China senilai 250 miliar dolar AS, menjadi 30% dari 25%. Presiden AS, , sempat mengatakan bahwa kenaikan tarif akan berlaku jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi. AS juga menambahkan 28 biro keamanan publik dan perusahaan China lainnya ke daftar hitam perdagangan.

Loading...