Senin Sore, Rupiah Positif Saat Dolar Cenderung Stabil

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (28/10) sore - www.timesindonesia.co.id

JAKARTA – berhasil mempertahankan posisi di area hijau pada Senin (28/10) sore, meski cenderung bergerak stabil di tengah fokus pasar yang tertuju pada pertemuan kebijakan . Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.52 WIB, Garuda menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.028 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.023 per dolar AS, menguat 41 poin atau 0,29% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.064 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,38% dialami won Korea Selatan.

“Rupiah telah didukung oleh dolar AS yang lebih lemah dan kemajuan dalam negosiasi perdagangan,” papar analis global di NH Investment & Securities, Kwon Ahmin, dilansir Bloomberg. “Namun, penguatan rupiah kemungkinan akan berumur pendek karena indikator ekonomi Indonesia lemah dan Bank Indonesia diperkirakan terus melakukan pelonggaran moneter.”

Dari pasar global, indeks dolar AS diperdagangkan cukup stabil pada hari Senin menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini, yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga tetapi menekankan keengganan mereka untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,021 poin atau 0,02% ke level 97,810 pada pukul 13.32 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, fokus pasar saat ini tengah bergeser ke pertemuan yang berakhir 30 Oktober waktu setempat dan pertemuan Bank of Japan yang berakhir 31 Oktober. diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, sedangkan Bank of Japan diprediksi masih cenderung ke arah mempertahankan kebijakan mereka.

“Pemotongan suku bunga oleh The Fed sudah diperhitungkan, tetapi dolar AS bisa dibeli kembali jika bank sentral AS entah bagaimana mengisyaratkan tidak akan memangkas suku bunga lebih lanjut,” tutur ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Sampai kita dapat mengonfirmasi ini, pedagang cenderung menyesuaikan posisi mereka saat ini dalam dolar AS.”

Loading...