Rupiah Perkasa, Ditutup Menguat 95 Poin ke Rp13.778/USD

Menutup bulan Januari 2016, mata uang Garuda kembali melanjutkan tren positif. Dilaporan Index pada pukul 15.59 WIB, (29/1) ke level Rp13.778 per dolar AS. Mata uang Garuda melonjak 95 poin atau 0,68 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.873 per dolar AS.

Pada perdagangan pagi hari, rupiah langsung dibuka 0,34 persen atau 47 poin ke level Rp13.826 per dolar AS. Kemudian, rupiah kembali menguat 48 poin atau 0,35 persen ke Rp13.825 per dolar AS pada pukul 08.03 WIB. Bahkan, rupiah mengalami penguatan 100 poin ke Rp13.773 per dolar AS pada siang hari, tepatnya pukul 14.04 WIB.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, penguatan rupiah dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya harapan inflasi domestik yang rendah. “Selain itu, diluncurkannya ekonomi jilid IX serta afirmasi Moody’s terhadap peringkat layak investasi Indonesia memberikan tambahan sentimen positif di pasar keuangan,” papar Rangga.

Di sisi lain, harga dunia masih dalam tren positif dengan bertahannya isu koordinasi dan untuk menstabilkan harga. Hal ini yang menjadikan indeks dolar AS tertekan, di samping pernyataan The Fed yang pesimistis terhadap prospek pada rapat FOMC kemarin.

Selain rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ditutup menguat pada akhir pekan ini. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 0,27 persen atau 12,33 poin ke level 4.615,16. IHSG bergerak di antara 4.568,44 hingga 4.618,82.

Loading...