Rupiah Perkasa, Ditutup Menguat 95 Poin ke Rp13.778/USD

Menutup bulan Januari , Garuda kembali melanjutkan tren positif. Dilaporan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, hari ini (29/1) ke level Rp13.778 per AS. Mata uang Garuda melonjak 95 poin atau 0,68 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.873 per AS.

Pada pagi hari, rupiah langsung dibuka 0,34 persen atau 47 poin ke level Rp13.826 per dolar AS. Kemudian, rupiah kembali menguat 48 poin atau 0,35 persen ke Rp13.825 per dolar AS pada pukul 08.03 WIB. Bahkan, rupiah mengalami penguatan 100 poin ke Rp13.773 per dolar AS pada siang hari, tepatnya pukul 14.04 WIB.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, penguatan rupiah dipicu oleh sejumlah faktor, salah satunya harapan inflasi domestik yang rendah. “Selain itu, diluncurkannya ekonomi jilid IX serta afirmasi Moody’s terhadap peringkat layak investasi Indonesia memberikan tambahan sentimen positif di keuangan,” papar Rangga.

Di sisi lain, harga minyak dunia masih dalam tren positif dengan bertahannya isu koordinasi Rusia dan OPEC untuk menstabilkan harga. Hal ini yang menjadikan indeks dolar AS tertekan, di samping pernyataan The Fed yang pesimistis terhadap prospek perekonomian pada rapat FOMC kemarin.

Selain rupiah, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ditutup menguat pada akhir pekan ini. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 0,27 persen atau 12,33 poin ke level 4.615,16. IHSG bergerak di antara 4.568,44 hingga 4.618,82.

Loading...