Cadangan Devisa Melambung, Rupiah Perkasa di Akhir Kamis

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah mampu menjaga posisi di area hijau pada Kamis (9/1) sore, selain karena faktor AS-Iran yang mulai mereda, juga dukungan data cadangan devisa yang dilaporkan mengalami pada akhir tahun 2019. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 46 poin atau 0,33% ke level Rp13.854 per AS.

Sementara itu, siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.860 per , menguat 74 poin atau 0,53% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.394 per . Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang mengungguli greenback, dengan apresiasi tertinggi sebesar 0,85% menghampiri won Korea Selatan.

Seperti diberitakan Bloomberg, mata uang Benua Kuning cenderung bergerak lebih tinggi pada hari Kamis, setelah konflik antara AS dan Iran tampaknya mulai mereda, dengan kedua belah pihak menghindari langsung. Presiden AS, Donald Trump, mundur dari kemungkinan dengan Iran setelah Republik Islam tersebut menyerang pangkalan-pangkalan AS di Irak dengan rentetan rudal, namun diklaim tidak melukai pasukan AS di sana.

untuk rupiah, sentimen positif bertambah ketika cadangan devisa Indonesia periode akhir Desember 2019 dilaporkan mencapai angka 129,18 miliar dolar AS. Angka ini naik 2,5 miliar dolar AS dibandingkan periode bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 126,63 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Lonjakan cadangan devisa tersebut tentunya diharapkan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar kepala ahli PT Bank Negara Indonesia Persero (BNI), Ryan Kiryanto, dilansir Antara. “Kenaikan cadangan devisa pada Desember 2019 karena ada kenaikan penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya.”

Ryan menambahkan, cadangan devisa yang selalu memadai juga akan mendongkrak kepercayaan pelaku pasar, sehingga membantu arah pergerakan nilai tukar yang terus terapresiasi terhadap dolar AS di sepanjang 2020 ini. Ia pun mengapresiasi upaya Bank Indonesia dan pemerintah untuk menjaga posisi cadangan devisa pada akhir tahun kemarin.

Loading...