Selasa Sore, Rupiah Perkasa Berakhir Menguat 40 Poin

Rupiah - berkahtuhan.comRupiah - berkahtuhan.com

JAKARTA – tidak tergoyahkan untuk melaju dengan mulus di teritori hijau pada perdagangan Selasa (22/10) sore, ketika cenderung bergerak variatif di tengah kemajuan negosiasi AS dan . Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda menguat 40 poin atau 0,28% ke level Rp14.041 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.058 per dolar AS, melonjak 74 poin atau 0,52% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.132 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,35% dialami rupee India dan pelemahan terdalam sebesar 0,21% menghampiri peso Filipina.

Dilansir Bloomberg, mata uang emerging market di Asia berkonsolidasi, pasca-penguatan yang dialami baru-baru ini, saat investor menantikan rincian pembicaraan perdagangan AS-China. Presiden AS, , mengatakan bahwa China telah mengindikasikan perkembangan soal negosiasi kesepakatan perdagangan awal. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa pemimpin kedua dapat menandatangani sebuah perjanjian dalam pertemuan bulan depan.

Dari , ekspektasi mengenai hubungan perdagangan antara AS dan China juga turut menyokong pergerakan indeks dolar AS, sehingga meskipun mengalami pelemahan, tetapi cenderung terbatas. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,053 poin atau 0,05% ke level 97,275 pada pukul 12.41 WIB, setelah mampu menguat pada sesi sebelumnya.

Seperti diberitakan Reuters, Trump mengatakan di Washington bahwa upaya untuk mengakhiri pertikaian AS-China berjalan dengan baik, sedangkan penasihat Gedung Putih, Larry Kudlow, menuturkan bahwa tarif yang dijadwalkan untuk Desember dapat dicegah jika ada kemajuan. Sementara itu, Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, menyampaikan bahwa meski mungkin kesepakatan tidak dicapai bulan depan, itu kurang penting daripada mengamankan ‘kesepakatan yang tepat’.

“Upaya bersama dari kedua negara untuk mengelola ekspektasi pasar dari negosiasi yang lebih lama diterima dengan baik,” ujar kepala strategi pasar di broker CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Sekarang, jelas bagi investor bahwa perjanjian perdagangan yang komprehensif akan membutuhkan diskusi selama berbulan-bulan.”

Loading...