Selasa Sore, Rupiah Negatif Jelang Rapat Federal Reserve

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Selasa (17/9) sore - wartaporos.com

JAKARTA – masih tertahan di area negatif pada Selasa (17/9) sore seiring penguatan AS menyusul konflik geopolitik di Arab Saudi yang terjadi menjelang pertemuan dua hari Federal Reserve. Menurut laporan Index pada pukul 15.53 WIB, mata uang Garuda melemah 58 poin atau 0,41% ke level Rp14.100 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.100 per dolar AS, terdepresiasi 80 poin atau 0,57% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.020 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga takluk di hadapan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,50% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS relatif stabil pada hari Selasa, mendapatkan dukungan luas karena serangan baru-baru ini terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi dan ancaman aksi militer di Timur Tengah membuat harga minyak mentah tetap tinggi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,089 poin atau 0,09% ke level 98,699 pada pukul 13.39 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, serangan terhadap fasilitas minyak mentah di Arab Saudi pada akhir pekan kemarin mendorong harga minyak menjadi lebih tinggi, hampir 15%, pada hari Senin (16/9) kemarin, dengan patokan internasional Brent mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari 30 tahun. Pada hari Selasa (17/9), harga minyak memang sedikit turun, tetapi tetap di level yang tinggi.

Gerilyawan Houthi, yang anti- Yaman sekaligus sekutu Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang memangkas produksi kerajaan. Namun, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa tampaknya Iran berada di belakang serangan, tetapi menekankan dia tidak ingin pergi berperang. Iran sendiri telah menolak tuduhan AS di balik serangan drone pada Sabtu (14/9).

Faktor lain yang mendorong greenback adalah beberapa investor keluar dari taruhan dolar AS bearish sebelum pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve. Para pedagang secara luas memperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin persentase minggu ini. Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% pada hari Rabu (18/9) waktu setempat.

“Cara mata uang akan bereaksi terhadap ketegangan di Timur Tengah tidak jelas. Sementara yen cenderung naik karena kekhawatiran geopolitik, dolar AS juga dibeli ketika sesuatu yang serius terjadi,” ujar ahli senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Di sisi lain, pasar memprediksi dua penurunan suku bunga tambahan tahun depan tetapi The Fed tidak mungkin membuat perkiraan seperti itu, sehingga kita bisa melihat kenaikan lebih lanjut dalam dolar AS.”

Loading...