Rabu Sore, Rupiah Berbalik Naik Jelang Putusan The Fed

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – ternyata mampu merangsek ke area hijau pada perdagangan Rabu (30/10) sore, ketika fokus pasar tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan. Menurut Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda berakhir menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.031 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.044 per dolar AS, terdepresiasi 16 poin atau 0,11% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.028 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,14% dialami dolar Taiwan dan pelemahan terdalam sebesar 0,5% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran yang sempit, ketika sibuk mengamati rapat kebijakan Federal Reserve, yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,004 poin ke level 97,686 pada pukul 13.09 WIB, setelah sebelumnya berakhir di zona merah.

“Dengan perkiraan pemangkasan suku bunga hari ini, pasar akan menantikan melihat sikap The Fed pada prospek kebijakannya,” kata ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Masahiro Ichikawa. “The Fed mungkin akan mencoba untuk menghindari nada yang terlalu dovish. Pesannya pada dasarnya adalah bahwa sementara itu bisa bertindak pada bulan Desember jika diperlukan, itu tidak akan terjadi kecuali ada ketidakpastian besar pada ekonomi.”

Optimisme bahwa Washington dan Beijing akan menyelesaikan tahap pertama dari kesepakatan perdagangan bulan depan telah meningkatkan nilai tukar aset berisiko dalam beberapa hari terakhir, tetapi pasar berubah waspada karena prospek ini bisa tertunda. Seorang pejabat administrasi AS pada hari Selasa (29/10) mengatakan suatu perjanjian perdagangan sementara antara negaranya dan China mungkin tidak akan selesai tepat waktu untuk penandatanganan di Chili bulan depan seperti yang diharapkan, tetapi itu tidak berarti perjanjian itu berantakan.

Loading...