Kamis Sore, Rupiah Berakhir Negatif Saat Kurs Asia Perkasa

Rupiah - waspada.co.idRupiah - waspada.co.id

Setelah bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, ternyata harus menutup perdagangan Kamis (26/9) sore di area merah, saat optimisme kesepakatan dagang AS- mendukung . Menurut paparan Index pada pukul 14.24 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 13 poin atau 0,10% ke level Rp14.165 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.162 per dolar AS, terdepresiasi 28 poin atau 0,19% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.134 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,22% dialami peso Filipina.

Dilansir dari Reuters, mayoritas mata uang Benua Kuning bergerak lebih tinggi pada hari Kamis, setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan komentar yang mengangkat kesepakatan perdagangan dengan China. Kepada wartawan, Trump berujar bahwa AS dan China tengah melakukan ‘pembicaraan yang baik’ dan bahwa perjanjian antara kedua belah pihak dapat terjadi lebih cepat dari perkiraan. “Ini cukup untuk mengubah gelombang risiko,” kata kepala strategi pasar di broker CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy.

Dari pasar , indeks dolar AS harus mengalami pelemahan akibat aksi jual yang dilakukan oleh , setelah Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengumumkan akan melakukan penyelidikan impeachment secara resmi terhadap Trump. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,118 poin atau 0,12% ke level 98,919 pada pukul 12.39 WIB.

Trump menghadapi tuduhan meminta bantuan asing untuk menyingkirkan pesaing politiknya menjelang pemilihan presiden AS 2020, setelah terungkap komunikasinya via sambungan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Transkrip via telepon itu yang kemudian dirilis oleh menunjukkan bahwa Trump telah menekan Zelenskiy untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden, Joe Biden, rival Trump dalam pemilihan mendatang, meski tidak menunjukkan ancaman Trump.

Loading...