Rupiah Naik 25 Poin di Tengah Penguatan Pound Sterling Terhadap USD

Rupiah - BBC.comRupiah - BBC.com

Jakarta rupiah dibuka menguat 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 14.240 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (14/3). Sebelumnya, Rabu (13/3), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.265 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS jatuh di tengah kenaikan pound sterling Inggris yang cukup signifikan. Seperti dilansir Xinhua, anggota parlemen Inggris memberikan suara dan mengonfirmasi keputusan mereka yang menolak tanpa kesepakatan pada Rabu.

Seiring dengan penguatan pound sterling, rupiah pun turut menguat di spot. Meski sebelumnya posisi rupiah rawan lantaran kondisi ketidakpastian Brexit, ekonomi dinilai dapat meredakan tekanan yang dialami rupiah pada perdagangan hari ini.

Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, mayoritas anggota parlemen yang mengikuti pemungutan suara pada Selasa telah menentang kesepakatan Brexit. Oleh sebab itu rupiah sempat kembali melemah setelah sebelumnya berhasil memanfaatkan momentum untuk menguat berkat data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Meski demikian, dampak Brexit kemungkinan dapat berkurang. Hal ini terjadi usai pemerintah Inggris akan menghapus impor barang, terutama untuk negara Irlandia dan Irlandia Utara yang berbatasan dengan negara Inggris. Rencana ini akan direalisasikan apabila tak ada kesepakatan Brexit. “Paling tidak pemerintah Inggris punya upaya agar Brexit tidak terus-terusan mengganggu kondisi pasar,” ungkap Reny, seperti dilansir Kontan.

Reny menambahkan, para pelaku pasar juga akan mencermati data neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2019 yang sebenarnya akan dilaporkan pada Jumat (15/3) besok. Kemungkinan ada potensi defisit neraca dagang Indonesia akan berkurang usai cadangan devisa mengalami kenaikan. “Sehari sebelum neraca dagang dirilis, ada kemungkinan rupiah menguat terbatas,” beber Reny.

Loading...