Rupiah Mulai Menunjukkan Tanda Perbaikan

rupiah-100000 Indonesia mulai menunjukkan tanda pemulihan pada hari kemarin (17/12) dikarenakan arus Penjualan mata uang di berbagai negara berkembang sudah mereda. Rupiah yang turun hampir 2%, kini naik lagi sebesar 0,2% menjadi Rp 12.658/USD pada penutupan kemarin.

Kebanyakan harga saham Indonesia juga mulai naik di tengah perbaikan di pasar negara berkembang lainnya. Jakarta Composite Index (JCI) sebagai barometer utama di bursa lokal, juga naik sebesar 0,2% menjadi 5.035, setelah sempat turun hingga 1,9% di hari selasa (16/12).

“Investor besar mulai membeli saham Indonesia saat ini,” ujar John D. Rachmat, Kepala Ekuitas dan Penelitian Mandiri Sekuritas kemarin (17/11). Terkait dengan dikaitkannya Rupiah pada sejarah yang terulang di 1998, Mirza Baig memberikan komentarnya. ” Mengenai indikator krisis tertentu di Indonesia, situasinya sudah tidak seperti pada tahun 1997-1998. Indikator cakupan kewajiban eksternal jauh lebih baik daripada pada masa itu,” kata Mirza Baig, Kepala Strategi dengan BNP Paribas.

Di sisi lain, pada hari Rabu kemarin, Perekonomi Indonesia telah mengadakan pertemuan kabinet terbatas dengan Joko Widodo untuk membahas situasi domestik menyusul penurunan tajam Rupiah dan arus yang deras dari modal keluar. “Dalam masa ini, Bidang industri harus didorong sehingga industri yang berorientasi ekspor dapat bergerak lebih cepat dan mampu mengambil keuntungan dari melemahnya Rupiah,” kata Joko Widodo saat membuka pertemuan.

Demi menyelamatkan Rupiah, Bank Indonesia melalui juru bicaranya mengaku telah menghabiskan 1,7 Triliun Rupiah untuk membeli saham obligasi Pemerintah di pasar sekunder dalam waktu dua hari terakhir. Data dari Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa setidaknya sejumlah 17 triliun Rupiah (US $ 1,3 miliar) dana asing telah ditarik keluar dari ekuitas dan obligasi pasar Indonesia sepanjang bulan . “Kami telah melakukan intervensi ketika mata uang melemah melewati Rp 12.300/. Namun,¬†intervensi hari ini lebih kecil nilainya dari yang kemarin, ” kata Mirza Adityaswara selaku Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Loading...