Rupiah Merosot Tipis dan Masih Berpotensi Terapresiasi

percetakanuang-peruriPosisi tampaknya tak sebagus kemarin. (26/2) Rupiah diperdagangkan melemah tipis sebanyak 1 poin di sesi pembukaan antar bank lokal di Jakarta. Rupiah kini melorot ke posisi Rp 12.857 per , lebih rendah dari posisi semula di Rp 12.856 per Dolarnya. “Rupiah bergerak datar terhadap (Amerika) karena pelaku cenderung menunggu dan mengamati modus menjelang rilis data ekonomi dalam negeri oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin,” kata Rully Nova selaku analis keuangan Himpunan Bank Saudara.

Rully memperkirakan fluktuasi cenderung datar akibat kekhawatiran beberapa pelaku pasar pada laju di bulan Februari yang diperkirakan akan tetap tinggi menyusul lonjakan beras nasional. Namun, Rully berharap kenaikan beras nasional bisa diredam sehingga tidak mempengaruhi tingkat laju di bulan Februari yang diprediksi mencapai 0,26%.

Analis Himpunan Bank Saudara tersebut juga mengutarakan harapannya agar Rupiah bisa kembali bergerak menguat menyusul pernyataan tersirat dari Ketua Federal Reserve , Janet Yellen, pada saat Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat ke depannya. “Sentimen eksternal memiliki potensi untuk menjadi sentimen positif bagi Rupiah untuk terus menguat,” tambah Rully.

Loading...