Rupiah menyentuh Titik Terendah, mengulang Sejarah tahun 1998

kipas-dollarrupiah menyentuh titik terendah terhadap Amerika pada hari Ini (15/12), level ini tercatat menyamai keadaan seperti 16 tahun lalu, yaitu pada . Sama halnya dengan mata uang Asia lainnya, perkembangan tersendat dalam beberapa minggu terakhir dikarenakan para investor sedang mempersiapkan kenaikan Amerika Serikat oleh Federal Reserve untuk tahun depan sebagai upaya pemulihan secara bertahap di Amerika Serikat. Hal inilah yang memukul telak Rupiah pada 2 sesi terakhir, dengan nilai terendah berada pada Rp 12.695/USD.

Juru bicara pada hari ini mengatakan bahwa menjaga agar kurs Rupiah tetap terhadap merupakan intervensi terbaik bagi obligasi dan pasar valuta asing untuk tetap menstabilkan harga.

Pelaku pasar mengatakan bahwa Rupiah terkena dampak dari memburuknya sentimen risiko global serta permintaan besar-besaran Dolar Amerika pada akhir tahun. “Menjelang akhir tahun, kami melihat adanya peningkatan permintaan beberapa perusahaan untuk Dolar Amerika, hal inilah yang menjadikan nilai Dolar Amerika terhadap Rupiah makin menguat,” ungkap Divya Devesh, Ahli strategi Forex Bank Singapura. Ada juga kemungkinan penjualan Rupiah terkait dengan kepemilikan obligasi Indonesia oleh investor luar negeri. “Kami telah melihat arus masuk besar-besaran ke obligasi Indonesia tahun ini, dan tampaknya ada aksi jual yang lebih kecil dalam obligasi, sehingga mungkin orang-orang memanfaatkan waktu untuk mengambil keuntungan menjelang akhir tahun,” kata Devesh.

Loading...