Rupiah Menyentuh Level Terendah namun Tetap Optimis Menguat

rupiah-100ribuRupiah telah ke level terendah sejak Desember 2008, namun Bank Dunia menganggap bahwa Rupiah merupakan mata uang yang relatif stabil dibandingkan dengan mata uang lainnya yang juga merosot tajam. menyatakan bahwa penurunan kurs juga diperlukan untuk menyikapi rendahnya jumlah ekspor. Menurut data dari bank lokal, Rupiah sempat menyentuh Rp 12.376/USD pada hari Senin kemarin (9/11) sebelum akhirnya ditutup pada Rp 12.349/USD di hari yang sama.

Kondisi kedua negara mitra dagang utama Indonesia yang juga kurang stabil, yaitu Jepang dan juga turut mendukung melemahnya permintaan ekspor Indonesia. “Perekonomian dunia sedang lemah, permintaan ekspor [] menjadi rendah dan salah satu cara untuk mempertahankan daya saing adalah dengan tidak membuat nilai tukar Rupiah menguat,” kata Doddy Zulverdi, Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Secara teori, nilai mata uang yang rendah membuat produk ekspor suatu negara menjadi lebih terjangkau di pasar luar negeri, namun temuan dari Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri menunjukkan bahwa untuk setiap depresiasi 1% dalam nilai Rupiah akan diikuti dengan penurunan jumlah ekspor sebesar 0,3%. Hal ini terjadi karena sebagian besar bahan baku yang digunakan untuk memproduksi produk ekspor adalah bahan yang diimpor.

Ekspor yang lemah bukan hanya mempengaruhi neraca Indonesia, yang mencatat defisit kumulatif sebesar 1,6 miliar USD dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2014, dan juga memperburuk defisit current account (CAD) yang kemudian mendorong investor asing untuk menjual aset mereka.

Tahun lalu (2013), Rupiah tercatat sebagai salah satu mata uang yang paling rentan terhadap arus Ekonomi global dikarenakan ketergantunganyang besar pada dana asing untuk membiayai CAD.

Analis keuangan telah memperkirakan bahwa tekanan terhadap rupiah akan tetap berlangsung hingga , dengan beberapa memprediksi akan kembali hingga menyentuh Rp 13.000/USD.

“Kebijakan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi akan meningkatkan kepercayaan pasar dan menghidupkan kembali aliran dana ke pasar domestik. Di kemudian hari posisi transaksi diperkirakan akan membaik, yang akan membuat kondisi menjadi lebih kondusif untuk mengelola fluktuasi nilai tukar Rupiah. “tulis salah satu analis Bank Mandiri dalam laporan terbarunya.

Loading...