Virus Corona Serang Indonesia, Rupiah Tetap Menguat

Rupiah - bangka.tribunnews.comRupiah - bangka.tribunnews.com

JAKARTA – Rupiah ternyata mampu bertahan di area hijau ketika membuka Selasa (3/3) meski akhirnya corona mulai menyebar ke . Menurut paparan Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat 50 poin atau 0,35% ke level Rp14.215 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 53 poin atau 0,37% di posisi Rp14.265 per AS pada Senin (2/3) kemarin.

Menurut analisis CNBC Indonesia, rupiah mampu bergerak positif karena menyimpan potensi technical rebound setelah mengalami depresiasi yang sangat dalam. Selain itu, stimulus datang dari Bank Indonesia yang baru saja mengumumkan lima kebijakan terbaru untuk merespons kondisi perekonomian terkini, yang terkena dampak penyebaran virus corona.

Bank sentral menyatakan telah membeli surat berharga (SBN) di sekunder sebesar Rp103 triliun sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date. Pembelian dilakukan guna meminimalkan pelemahan rupiah akibat wabah virus corona. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa penyebaran virus corona membuat banyak global melepas kepemilikan mereka di SBN domestik, sehingga membuat nilai tukar rupiah terus tertekan.

“BI sudah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp103 triliun secara year to date, dengan Rp80 triliun itu kami beli sejak terjadi penyebaran virus corona yang membuat investor global melepas (SBN),” ujar Perry, seperti dilansir CNN Indonesia. “Bank sentral akan terus melakukan berbagai upaya demi menstabilkan rupiah. Kami akan melakukan intervensi di pasar valas, intervensi di pasar forward, dan pembelian SBN di pasar sekunder.”

Namun, Head of Economics and Research UOB, Enrico Tanuwidjaja, seperti dilansir Kontan, melihat rupiah masih rapuh terhadap sentimen pasar. Ia menyebut, terdapat dua sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini. Pertama adalah persebaran virus corona dan yang kedua adalah penantian pasar akan meeting Federal Reserve pada pertengahan Maret mendatang.

Seperti diketahui, Senin kemarin, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama positif virus corona yang terjadi di Indonesia. Dua orang dipastikan positif terkena virus corona, yakni seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berumur 31 tahun. Saat ini, kedua pasien tersebut sedang menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Loading...