Kamis Sore, Rupiah Menguat Usai Bergerak Sempit

bi-bankindonesiaBank Indonesia

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah sanggup mendarat di zona hijau pada Kamis (5/9) sore ketika aset berisiko lebih diincar seiring dengan tensi yang sedikit mereda. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.55 WIB, Garuda menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke kevel Rp14.155 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.153 per dolar AS, menguat 65 poin atau 0,46% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.218 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,77% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, aset safe haven seperti dolar AS dan yen , harus mengalami penurunan pada hari Kamis, setelah kekhawatiran mengenai tensi politik global sedikit mereda, seperti di , Italia, dan Inggris. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,016 poin atau 0,02% ke level 98,467 pada pukul 12.08 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, indeks dolar AS turun untuk sesi kedua berturut-turut, sementara yen, yang menarik penawaran safe-haven di saat tekanan geopolitik, harus melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari terhadap greenback. Ini seiring dengan naiknya minat terhadap aset berisiko di tengah kabar bahwa pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, menarik RUU ekstradisi yang telah memicu protes berbulan-bulan dan sering disertai kekerasan.

“Pelemahan dolar AS dipicu langkah berisiko di Hong Kong yang memberikan ekuitas Hong Kong salah satu langkah terbaik dalam beberapa tahun. Hal itu telah mendorong selera untuk aset berisiko,” ulas analis pasar senior di OANDA di New York, Edward Moya. “Semua orang telah menunggu pembalikan dolar AS ini untuk beberapa waktu. Ini memberikan sedikit pelonggaran beberapa posisi bullish greenback.”

Di Benua Eropa, pound sterling berada di level 1,2238 terhadap greenback setelah mencapai kinerja terbaiknya terhadap dolar AS dalam lebih dari lima bulan terakhir, sedangkan euro juga menguat 0,6% ke level 1,1033 per dolar AS. Kenaikan pound sterling ini diperoleh setelah kekalahan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, di parlemen membuat investor optimis bahwa no-deal Brexit dapat dihindari.

Loading...