Jelang Rilis Neraca Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Rupiah - www.teropongbisnis.comRupiah - www.teropongbisnis.com

JAKARTA – Pergerakan rupiah masih sangat terbatas ketika membuka pasar hari Selasa (15/10) jelang rilis neraca perdagangan. Menurut catatan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.138 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 2 poin atau 0,01% di posisi Rp14.140 per AS pada akhir Senin (14/10) kemarin.

“Sejalan dengan peluang meredanya perang dagang antara AS dan China, dapat membuat menahan pemangkasan acuannya pada pertemuan akhir bulan ini sehingga terus membuat dolar AS bergerak lebih tinggi,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Selain itu, Bank Indonesia memprediksi defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2019 berada di kisaran 2,5% hingga 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).”

Sementara itu, ekonom BCA, David Sumual, mengungkapkan bahwa rupiah pada perdagangan Senin kemarin tidak bergerak banyak, koreksi sangat tipis sekali. Ini terjadi lantaran pasar tengah menunggu beberapa data ekonomi domestik seperti neraca perdagangan yang diprediksi masih akan defisit. Dari sentimen eksternal, perkembangan negosiasi perang dagang antara AS dengan China dianggap berhasil memberikan sentimen positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) memang dijadwalkan mengumumkan laporan neraca perdagangan Indonesia bulan September 2019 pada siang nanti. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa tekanan terhadap impor masih tinggi, disertai dengan pelemahan harga minyak sawit dan lemahnya ekspansi manufaktur yang akan menyumbang surplus tipis pada neraca perdagangan.

“Pertumbuhan ekspor pada September 2019 masih terkontraksi sekitar 1,76% (mom), menjadi sekitar 14,03 miliar dolar AS atau terkontraksi -6,06% (year-on-year), dibandingkan dengan Agustus 2019 sebesar 14,28 miliar dolar AS atau -9,99% (year-on-year),” tutur kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro. “Harga CPO (crude palm oil) menurun, tetapi harga komoditas bara menunjukkan perbaikan.”

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa neraca perdagangan Indonesia akan semakin baik mengingat ketegangan perang dagang antara China dengan AS mulai mereda. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyadari bahwa kinerja ekspor dan impor Tanah Air sangat dipengaruhi global yang saat ini masih diliputi ketidakpastian. Namun, khusus ekspor, dianggap ada harapan untuk membaik.

Loading...