Rupiah Menguat Tipis di Tengah Penantian Keputusan Suku Bunga Acuan AS

Jakarta – Kurs rupiah dibuka tipis 2 poin atau 0,02 persen ke level Rp 13.289 per AS pada awal pagi hari ini, Rabu (14/6). Kemarin, Selasa (13/6) mata uang Garuda menutup dengan penguatan 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.291 per dolar AS usai bergerak pada rentang angka Rp 13.287 hingga Rp 13.305 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama terpantau melemah 0,12 persen menjadi 97,025 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Pelemahan the disebabkan karena telah memulai pertemuan untuk menetapkan kebijakan terbarunya.

Dilansir Antara, para sedang mengamati isyarat terkait seperti apa langkah untuk melepas neraca besar yang nilainya mencapai 4,5 triliun. Sedangkan dari sektor ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir pada bulan Mei 2017 yang disesuaikan secara musiman rupanya tak mengalami perubahan. Sementara itu untuk basis yang tak disesuaikan, indeks permintaan akhir naik 2,4 persen pada Mei.

“Harga grosir sedikit moderat pada Mei, namun tren kenaikan harga inti belum berbalik. Sementara itu, penurunan inflasi konsumen (di AS dan secara ) tidak mungkin didorong oleh PPI kecuali jika PPI meningkat lebih jauh,” ujar Chris Low, Kepala Ekonom FTN Financial.

Rupiah sendiri hingga kini masih tak banyak bergerak lantaran tengah melakukan aksi wait and see menjelang dilaporkannya hasil rapat The Fed. “Rupiah juga terbantu harga minyak yang naik,” ungkap Josua Pardede, Ekonom Bank Permata.

Di sisi lain, Sri Wahyudi, Research & Analyst Garuda Berjangka menuturkan jika Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Kamis besok. “Hal ini juga bisa menopang rupiah jika nantinya The Fed menaikkan suku bunga,” jelasnya. Lebih lanjut Wahyudi memprediksi jika hari ini rupiah akan bergerak menguat terbatas antara Rp 13.270 – Rp 13.310 per USD.

Loading...