Selasa Pagi, Rupiah Berbalik Menguat Setelah Dibuka Stagnan

Rupiah - www.finroll.comRupiah -

JAKARTA – Rupiah mencoba untuk bangkit ke zona hijau pada Selasa (27/8) ini. Menurut catatan Index, setelah dibuka stagnan, mata uang Garuda berbalik menguat 13 poin atau 0,010% ke level Rp14.230 per AS pada pukul 08.22 WIB. Sebelumnya, spot berakhir melemah 28 poin atau 0,19% di posisi Rp14.243 per AS pada Senin (26/8) kemarin.

Pada awal pekan, rupiah memang sempat terpuruk karena tertekan eskalasi AS-China yang kembali memanas. Pasalnya, pemerintah China mengenakan baru terhadap barang-barang asal AS dengan kisaran 5% hingga 10% yang akan diberlakukan pada 1 September 2019. Presiden AS, Donald Trump, lantas membalas dengan mengumumkan tambahan sebesar 5% terhadap barang-barang asal China senilai 550 miliar dolar AS.

“Efek perang dagang ini tidak hanya berdampak pada rupiah, melainkan pada mata uang emerging market lainnya,” jelas ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, dilansir Kontan. “Saat ini mulai kembali bermain di aset-aset aman. Ketika beralih ke safe haven, mereka melepas aset-aset yang berdenominasi rupiah.”

Hampir senada, ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengatakan bahwa saat ini situasi perang dagang cukup mengkhawatirkan untuk para pelaku . Menurut Josua, safe haven menjadi pilihan utama bagi para investor dalam kondisi saat ini. Ia juga bilang mata uang dari -negara berkembang masih akan terus terpengaruh oleh situasi perang dagang.

Ekonom BCA, David Sumual, pun menyampaikan pendapat yang mirip. Perang dagang menurutnya masih menjadi katalis utama pelemahan mata uang Garuda. Namun, dengan fundamental ekonomi yang tetap mumpuni, rupiah mampu menahan koreksi yang lebih dalam. Dan, bukan tidak mungkin mata uang domestik bisa berbalik arah.

“Rupiah dapat berbalik arah lantaran secara teknikal sudah oversold. Apalagi, perkembangan dari perang dagang mulai setelah Presiden Donald Trump mengatakan China berniat untuk memulai pembicaraan perjanjian dagang lagi,” tutur David. “Rupiah pada hari ini akan bergerak dalam rentang pendek, Rp14.200 hingga Rp14.280 per dolar AS.”

Loading...