Akhir Pekan, Rupiah Menguat Seiring Kurs Asia

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

JAKARTA – sanggup mempertahankan posisi di zona hijau pada Jumat (30/8) sore, seiring dengan pergerakan mayoritas Asia meski indeks AS juga cukup positif. Menurut paparan Index pada pukul 15.30 WIB, Garuda menguat 40 poin atau 0,28% ke level Rp14.198 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.237 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.254 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,71% dialami won Korea Selatan.

Dari , pergerakan indeks dolar AS sebenarnya juga relative positif pada akhir pekan, berbanding terbalik dengan yuan China, di tengah kekhawatiran tensi perdagangan antara dua terbesar di dunia. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,081 poin atau 0,09% ke level 98,588 pada pukul 15.09 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, yuan melanjutkan penurunannya terhadap dolar AS pada hari Jumat dan berada di jalur untuk yang terburuk sejak reformasi mata uang China pada tahun 1994, karena ketegangan dengan AS dan perlambatan ekonomi di dalam negeri. Pada Kamis (29/8) kemarin, yuan mengalami pelemahan 10 hari beruntun, terpanjang sejak Desember 2015, saat Beijing dan Washington memberi tanda-tanda bahwa mereka akan memulai negosiasi dagang.

Pada awal Agustus, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menetapkan baru pada barang-barang asal China. Beberapa hari kemudian, Negeri Panda membiarkan mata uangnya meluncur melewati level kunci 7 per dolar AS untuk pertama kali sejak krisis keuangan global, dan Washington menamakannya ‘manipulator mata uang’.

Becky Liu, kepala strategi makro China di Standard Chartered Bank di Hong Kong, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa dia mengharapkan pemerintah Negeri Tirai Bambu erwenang untuk menghindari intervensi tangan-berat untuk mempertahankan USD-CNY pada atau di bawah level tertentu. “Pihak berwenang kemungkinan akan membiarkan depresiasi lebih lanjut secara teratur, sambil terus mengekang gerakan tiba-tiba,” katanya.

Loading...