Selasa Sore, Rupiah Berakhir Menguat Jelang Pidato The Fed

Rupiah - www.validnews.idRupiah - www.validnews.id

mampu bertahan di teritori hijau pada perdagangan Selasa (22/6) sore ketika sibuk menantikan pidato para pejabat , termasuk Gubernur Jerome Powell. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.402,5 per dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang Benua terpantau bergerak terhadap . Dolar Taiwan memimpin penguatan setelah naik 0,18%, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,16%, serta ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,07%. Sebaliknya, rupee India harus melemah 0,33%, diikuti bath Thailand yang terkoreksi 0,18%, dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,09%.

Pagi tadi, analis keuangan, Ariston Tjendra, seperti dikutip dari CNN Indonesia, sempat memprediksi bahwa rupiah akan kembali melemah pada hari ini, meskipun sentimen terhadap aset berisiko terlihat membaik. Menurutnya, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang lebih ketat dan kasus baru Covid-19 yang masih naik menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

Dari pasar , indeks dolar AS sedikit turun dari posisi tertinggi dua bulan pada hari Selasa ketika investor terus mengevaluasi apakah sikap dovish yang disampaikan Federal Reserve pada pekan lalu akan berarti jeda dalam tren bearish greenback yang sudah berlangsung sejak Maret 2020. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,037 poin atau 0,04% ke level 91,936 pada pukul 11.26 WIB.

Kurs dolar AS telah melonjak sejak The Fed mengatakan bahwa pembuat kebijakan memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada tahun 2023. Itu membuat investor mengevaluasi kembali taruhan bahwa bank sentral AS akan membiarkan inflasi berjalan pada tingkat yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama sebelum menaikkan suku bunga.

“Ada keputusan terburu-buru untuk membersihkan posisi luar biasa yang mungkin sedikit terlalu condong ke arah short dolar AS,” kata kepala strategi FX Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto, Bipan Rai, dilansir dari Reuters. “Sekarang pasar mencoba menarik sedikit napas sebelum benar-benar memutuskan apakah akan memperkirakan tren ini menuju dolar AS yang lebih kuat atau tidak.”

Dolar AS sebelumnya sempat melemah di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang, bahkan ketika ekonomi pulih dari COVID-19. Pelaku pasar sekarang menantikan pidato dari anggota The Fed, termasuk Jerome Powell, untuk melihat apakah bank mengonfirmasi prospek hawkish atau mencoba untuk menahan ekspektasi pengetatan pasar.

Loading...