Senin Sore, Rupiah Tetap Stay di Area Hijau

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (19/8) sore -www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada Senin (19/8) sore, ketika mata uang emerging market relatif bergerak naik seiring dengan menurunnya kekhawatiran mengenai pertumbuhan global. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.237 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.203 per dolar , menguat 55 poin atau 0,39% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.258 per dolar . Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,26% menghampiri rupiah.

Seperti diberitakan Reuters, mata uang emerging market cenderung bergerak lebih tinggi, termasuk dolar AS, pada hari Senin karena bank sentral utama di seluruh dunia mengisyaratkan lebih banyak stimulus, sekaligus mengurangi kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global. Saham Asia juga naik didukung harapan lebih banyak stimulus dari bank sentral di seluruh dunia dan langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara besar seperti Jerman dan .

“Dolar AS semakin kuat, dan mengingat bahwa emas memiliki reli yang sangat baik selama beberapa minggu terakhir, kami hanya melihat beberapa aksi ambil untung,” kata analis OANDA, Jeffrey Halley. “Namun, masih ada banyak minat untuk membeli emas pada setiap penurunan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dalam ekonomi global.”

Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,0800 poin atau 0,08% ke level 98,222 pada pukul 12.34 WIB, membalikkan posisi merah yang dialami pada akhir pekan (16/8) kemarin. Kenaikan greenback relatif terbatas karena investor masih menimbang komentar Presiden AS, Donald Trump, mengenai pembicaraan perdagangan dengan China.

Melalui akun Twitter resminya, Trump sempat berkicau bahwa AS bekerja dan sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Negeri Panda. Namun, ia menyiratkan bahwa pihaknya belum akan menandatangani kesepakatan perdagangan, beberapa jam setelah penasihat ekonomi utamanya menyusun dimulainya kembali diskusi substantif dengan Negeri Tirai Bambu.

Loading...