Rabu Sore, Rupiah Makin Kuat versus Dolar

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah ternyata mampu melonjak tajam pada Rabu (7/8) sore ketika mayoritas justru terpuruk di hadapan . Menurut laporan Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat 50 poin atau 0,35% ke level Rp14.227 per dolar .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.275 per dolar AS, menguat 69 poin atau 0,48% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.344 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia ternyata tidak mampu mengungguli greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,44% dialami peso Filipina.

Dari global, indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Rabu, termasuk terhadap yen Jepang, karena saham Jepang dibuka lebih rendah di tengah kegelisahan mengenai gesekan perdagangan AS-Cina, menyusul volatilitas mata uang asing utama pada sesi sebelumnya. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi tipis 0,051 poin atau 0,05% ke level 97,579 pada pukul 13.33 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, menanti Bank Sentral China untuk memperbaiki yuan onshore, namun mata uang diperkirakan akan tetap stabil, asalkan tidak ada pertukaran kebijakan baru antara Beijing dan Washington. Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu terkunci dalam perselisihan perdagangan yang intens dan meningkat dengan cepat akhir pekan lalu ketika Presiden AS, , mengatakan ia akan mengenakan lebih banyak pada barang asal China.

Setiap penurunan cepat dalam sentimen akan mendukung yen Jepang karena dianggap sebagai aset safe haven. Sebaliknya, juga mempercepat penurunan yuan karena tampaknya tidak ada resolusi cepat untuk sengketa perdagangan China dan Amerika Serikat, yang meningkat awal pekan ini ketika Washington mencap Beijing sebagai manipulator mata uang.

“Meningkatnya gesekan perdagangan AS-China telah memperburuk sentimen pasar, yang pada akhirnya akan membuat imbal hasil Treasury turun dan yen naik,” kata kepala riset pasar Jepang di JP Morgan Securities di Tokyo, Tohru Sasaki. “Kami masih berharap dolar AS naik menjadi 7,35 terhadap yuan pada akhir tahun. Namun, saya perkirakan greenback akan jatuh ke level 104-103 yen pada akhir tahun.”

Loading...