Awali Pekan, Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Menteri Jokowi

Rupiah menguatRupiah menguat jelang pengumuman menteri Jokowi - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Rupiah berhasil menjaga tren positif pada awal perdagangan Senin (21/10) menjelang pengumuman daftar Kabinet Kerja Jilid II. Menurut data Index, Garuda membuka dengan menguat 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.128 per . Sebelumnya, spot ditutup naik 8 poin atau 0,05% di posisi Rp14.148 per pada Jumat (18/10) kemarin.

“Kini, pelaku fokus pada susunan menteri dalam pemerintahan Jokowi selanjutnya. Kandidat nama menteri yang sudah beredar, seperti Sri Mulyani, langsung direspons positif ,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Kontan. “Selain itu, kesepakatan gencatan senjata AS dan Turki dalam serangan di Suriah menjadi sentimen eksternal yang menopang mata uang Garuda.”

Sementara itu, analis PT Monex Investindo Futures, Ahmad Yudiawan, mengatakan bahwa faktor penggerak utama rupiah pada pekan ini adalah kecenderungan pasar yang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) terkait keberlanjutan pemangkasan suku bunga acuan. BI sendiri telah memproyeksi ekonomi dalam negeri lebih sehat dan memastikan bahwa akan terjaga.

Ditambahkan Kepala Ekonom BCA, David Sumual, BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuannya satu atau dua kali lagi hingga akhir tahun ini yang bergantung kepada perkembangan sentimen eksternal dan likuiditas. Menurutnya, karena ekonomi kuartal III/2019 China turun, ini juga akan berpengaruh pada Indonesia di kuartal III/2019.

Selain itu, pasar tengah menanti data ekonomi dari beberapa negara lain untuk membaca lebih lanjut arah pertumbuhan ekonomi . Setelah banyak data ekonomi AS pada pekan lalu dirilis sedikit di bawah ekspektasi, muncul optimisme adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Ekspektasi pasar saat ini sebanyak 80% optimistis The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan selanjutnya di akhir bulan ini.

Karena itu, pada hari ini, David memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas pada kisaran Rp14.120 hingga Rp14.180 per dolar AS, tak jauh berbeda dengan Yudi yang memprediksi mata uang Garuda bergulir di rentang Rp14.120 hingga Rp14.170 per dolar AS. Sementara, Ibrahim menghitung kurs akan bergerak di kisaran Rp14.110 hingga Rp14.160 per dolar AS.

Loading...