Pemakzulan Trump, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

rupiah - www.voaindonesia.comrupiah - www.voaindonesia.com

JAKARTA – Rupiah sanggup bertahan di area hijau hingga Kamis (19/12) sore, ketika pasal pemakzulan terhadap Presiden diloloskan DPR AS, sehingga membuat bergerak sedikit menurun. Menurut paparan Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda ditutup tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.985 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.983 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.007 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,06% menghampiri rupee India.

Dari pasar global, indeks dolar AS perlahan bergerak turun pada hari Kamis, merespons keputusan U.S. House of Representatives (DPR AS) untuk pemakzulan Presiden Donald Trump. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,059 poin atau 0,06% ke level 97,341 pada pukul 12.42 WIB, setelah kemarin sempat berakhir menguat 0,178 poin.

Reuters melaporkan, dua pasal pemakzulan yang diajukan Partai Demokrat, yang mengendalikan DPR AS, memenangkan sebagian besar suara dan akan diajukan ke Senat pada bulan depan. Pasal pertama menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaan dengan menekan Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, sedangkan pasal kedua menuduh Trump menghalangi Kongres agar tidak mematuhi panggilan DPR untuk memberikan kesaksian terkait pemakzulan.

Meski begitu, sejumlah analis berpendapat bahwa kedua pasal tersebut sangat kecil kemungkinan akan memperoleh dukungan di Senat AS yang dikuasai oleh kubu Republik. Sepanjang 243 tahun sejarah AS, juga belum ada presiden yang dicopot dari jabatannya karena pemakzulan. “Sangat kecil kemungkinan Senat akan mendukung mosi itu dalam pengambilan suara pada Januari,” tulis ekonom ANZ.

Di sisi lain, kekhawatiran muncul kembali minggu ini karena momok perang yang dipimpin AS belum sepenuhnya hilang, dengan para pedagang menunggu detail lebih lanjut tentang kesepakatan ‘tahap satu’ dengan Beijing. Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, mengatakan bahwa pihaknya dapat menaikkan atas barang-barang Eropa karena mencoba untuk mengecilkan defisit perdagangan dengan benua itu, menyulut kembali kekhawatiran tentang prospek euro yang didorong ekspor.

Loading...