Rupiah Menguat pada Saat Euro Melemah

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap (USD) pada bursa hari ini berakhir dengan hasil di tengah tertekanny anilai terhadap USD.

Rupiah berada pada level Rp13.255/USD. Posisi tersebut menguat sebesar 51 poin dibanding dengan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.306/USD.

Posisi rupiah berdasarkan yang diperoleh dari Sindonews bersumber dariLimasberada pada level Rp13.271/USD, 39 poin dibanding penutupan Senin (22/6/) pada level Rp13.310/USD.

berdasarkan dataYahoofinanceberada pada level Rp13.272/USD, dengan kisaran frekuensi harian Rp13.210-Rp13.330/USD. Posisi ini naik sebesar 30 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.302/USD.rupiah-euro

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp13.316/USD. Posisi itu mendatar dengan hari kemarin di level Rp13.318/USD.

Sementara itu, USD menguat sebesar 0,7% terhadap euro karena didorong oleh menguatnya Amerika Serikat (AS) di tengah harapan untuk tercapainya kesepakatan antara dan para kreditor untuk menghindari gagal bayar utang .

Dikutip dariReuters, data mengenai penjualan AS naik pada level tertinggi 5,5 tahun pada Mei. Hal itu mendorong pada jalur untuk membuat pilihan menaikkan suku bunga di akhir tahun ini, sehingga mengangkat USD lebih tinggi 0,5% terhadap sejumlah yang utama.

Euro terhadap USD terakhir diperdagangkan berada di level 1,1263, setelah mencapai level tertinggi di level 1,1440 pada Kamis pekan lalu. Sementara yen turun sebesar 0,2% menjadi 123,58 per USD.

Budi Gunadi Sadikin selaku Direktur Utama PT Tbk menyatakan bahwa pihaknya telah memprediksi depresiasi rupiah seperti yang terjadi saat ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, rutin melakukan uji ketahanan ataustress test.

Budi menjelaskan, daristress Tesr yang rutin dilakukan, Bank Mandiri menjadi lebih hati-hati dan telah mengantisipasi jika nilai tukar rupiah mengalami penurunan terus menerus.

Loading...