Selasa Sore, Rupiah Menguat Manfaatkan Tren Penurunan Dolar

Rupiah - rebanas.comRupiah - rebanas.com

JAKARTA – mampu merangsek ke area hijau pada Selasa (19/1) sore, ketika kembali mengalami penurunan lantaran menantikan kebijakan Presiden AS terpilih, Joe Biden, secara hati-hati. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.065 per .

Sementara itu, menurut data yang dirilis pukul 10.00 WIB, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) ditetapkan di posisi Rp14.086 per dolar AS, terkoreksi 6 poin atau 0,04% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.080 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia sukses mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,27% dialami won Korea Selatan.

Kurs Benua Kuning berhasil memanfaatkan penurunan yang kembali dialami dolar AS. Mata uang Paman Sam memang terpantau melemah 0,900 poin atau 0,1% ke level 90,675 pada pukul 11.10 WIB. Bahkan, sekitar 46% analis yang disurvei FX strategist memprediksi greenback masih akan terdepresiasi dalam jangka waktu satu sampai dua tahun mendatang.

“Masa depan dolar AS bakal suram. Perbaikan ekonomi seiring kehadiran plus tren suku bunga rendah yang kemungkinan bertahan dalam hitungan tahun membuat investor enggan mengoleksi mata uang tersebut,” ujar analis Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundy, dikutip dari Reuters. “Meskipun dolar AS menguat, itu sementara saja dan akan terbatas. Kami memprediksi dolar AS masih akan dalam tren melemah sepanjang 2021.”

Dolar AS harus tergelincir lantaran investor bersikap hati-hati karena mengawasi kebijakan pemerintah Joe Biden yang akan datang. Sentimen negatif juga datang dari Asia yang bergerak lebih tinggi, mengangkat permintaan untuk aset berisiko, sedangkan aksi beli untuk aset yang lebih aman, seperti yen Jepang, menjadi terbatas.

“Kami telah melihat komentar dari Janet Yellen bahwa dia tidak akan mengejar kebijakan dolar AS yang lemah, tetapi itu tidak berarti bahwa dampak keseluruhan dari kebijakan The Fed tidak akan membuat greenback melemah,” kata kepala ahli strategi di broker CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Apa yang kami lihat terhadap dolar AS saat ini adalah reli korektif kecil dalam tren turun secara keseluruhan.”

Loading...