Akhir Pekan, Rupiah Hijau Jelang Laporan Nonfarm Payroll AS

Rupiah - viva.co.idRupiah - viva.co.id

JAKARTA – mampu menjaga posisi di teritori hijau pada Jumat (6/9) sore, ketika fokus investor tengah tertuju pada nonfarm payroll AS bulan Agustus yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Menurut paparan Index pada pukul 14.54 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 54 poin atau 0,38% ke level Rp14.101 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.140 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.153 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga sukses mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,33% dialami won Korea Selatan.

Dari global, pergerakan indeks dolar AS sedikit tertahan pada hari Jumat, meski sejumlah survei terbaru menunjukkan bahwa AS dalam kondisi baik daripada yang selama ini dikhawatirkan investor. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,380 poin atau 0,03% ke level 98,376 pada pukul 15.36 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, beberapa survei terpisah melaporkan bahwa perekonomian AS dalam kondisi yang lebih baik daripada yang ditakutkan oleh para investor. Aktivitas sektor AS menunjukkan akselerasi yang cepat sepanjang Agustus, dan pengusaha-pengusaha swasta mendorong perekrutan yang melampaui ekspektasi pasar.

Investor saat ini tengah menantikan laporan payroll bulanan yang akan dirilis pemerintah AS pada hari Jumat waktu setempat untuk memperoleh petunjuk berikutnya mengenai kesehatan pasar tenaga kerja. “Investor ingin melihat pekan ini berakhir dengan positif, sehingga mereka berharap pada laporan payroll AS bulan Agustus,” ujar ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader, Stephen Innes.

Nonfarm payroll AS diperkirakan menambah 158.000 pekerja baru pada Agustus setelah kenaikan Mei sebesar 164.000. Tingkat pengangguran diperkirakan tidak berubah di 3,7%. Penghasilan per jam rata-rata akan naik 0,3% di bulan itu seperti di bulan Juli, dan kenaikan tahunan akan turun 0,1% menjadi 3,1%. Sementara, rata-rata jam mingguan diproyeksikan naik ke 34,4 dari 34,3.

Loading...