Jumat Sore, Rupiah Berakhir Menguat Jelang Laporan NFP AS

Rupiah - katadata.co.idRupiah - katadata.co.id

JAKARTA – Rupiah sanggup mempertahankan posisi di zona hijau pada Jumat (4/12) sore memanfaatkan momentum pelemahan ketika fokus investor tengah tertuju pada US nonfarm payroll November 2020. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda menguat 35 poin atau 0,25% ke level Rp14.105 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis pukul 10.00 WIB tadi menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.182 per dolar AS, terdepresiasi 5 poin atau 0,03% dari sebelumnya di level Rp14.177 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan.

Dari pasar global, euro menuju minggu terbaik dalam sebulan pada hari Jumat dan telah melewati level resistensi utama karena investor bertaruh bahwa dolar AS akan terus jatuh ketika dunia mulai keluar dari pandemi COVID-19. Mata uang Benua Biru duduk nyaman di level 1,214 terhadap greenback, sedangkan indeks dolar AS melemah 0,061 poin atau 0,07% ke posisi 90,653 pada pukul 14.51 WIB.

“Euro bertahan di atas level 1,21 terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak musim semi 2018, terlepas dari kenyataan bahwa hanya ada satu minggu lagi sebelum Bank Sentral Eropa (ECB) diharapkan untuk menambahkan lebih banyak stimulus kebijakan,” kata ahli strategi Rabobank, Jane Foley, dilansir dari Reuters. “Tidak ada keraguan bahwa tindakan Federal Reserve telah sangat berhasil melemahkan nilai dolar AS sejak musim semi tahun ini.”

Kekhawatiran tentang kematian dan lockdown di musim dingin yang menyakitkan di AS juga telah gagal mendorong permintaan untuk aset safe haven, karena investor memperhitungkan lebih banyak dukungan , baik dalam bentuk pelonggaran moneter atau pengeluaran fiskal. Rencana bantuan senilai 908 miliar dolar AS mendapatkan momentum di Kongres pada hari Kamis (3/12) karena anggota parlemen konservatif menyatakan dukungan mereka.

Saat ini, fokus investor tengah tertuju pada data angka pekerjaan AS (nonfarm payroll) bulan November 2020 yang diumumkan Jumat petang waktu setempat. Analis mengharapkan kenaikan gaji utama non-pertanian dari 500 ribu pekerjaan di November dibandingkan 638 ribu di bulan sebelumnya. Sementara, tingkat pengangguran diprediksi turun tipis menjadi 6,8 dari 6,9 persen pada bulan sebelumnya.

Loading...