Kurs Asia Mixed, Rupiah Ditutup Menguat

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

JAKARTA – mampu bertahan di area hijau pada Rabu (22/1) sore, ketika cenderung bergerak variatif terhadap seiring kekhawatiran mengenai corona di China. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.50 WIB, mata uang Garuda berakhir 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.646 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.678 per dolar AS, terdepresiasi 20 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.658 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,22% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,14% menghampiri yen Jepang.

Dari pasar , indeks dolar AS mampu bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, ketika yuan China mencapai level terendah enam minggu, karena investor takut dapat membuat lebih banyak sakit kepala bagi China, yang sudah melambat karena perang perdagangan dengan AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 97,634 pada pukul 12.32 WIB.

Seperti dilansir Reuters, virus corona, yang menyebabkan jenis pneumonia, telah menyebar ke kota-kota besar, termasuk Beijing dan Shanghai, karena jumlah pasien di China naik lebih dari tiga kali lipat. Virus yang baru ditemukan itu membangkitkan ingatan akan wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002/03 di China selatan, yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia dan menyebabkan penurunan tajam dalam pariwisata di Asia.

“Sementara wabah SARS menyebabkan kemerosotan ekonomi besar-besaran di Hong Kong dan Singapura selama sekitar delapan minggu, pandemi tersebut memiliki dampak terbatas pada rantai pasokan di Asia,” tutur kepala riset pasar Jepang di JPMorgan, Tohru Sasaki. “Jika virus terbaru mencapai tingkat yang sama, beberapa ekonomi seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia dapat terkena dampak negatif penurunan pariwisata. Namun, dampak jangka panjangnya pada ekonomi global dan pasar mata uang akan terbatas.”

Hal senada diutarakan ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera. Menurutnya, ini tentu sesuatu yang perlu dipikirkan perusahaan untuk perencanaan kontinjensi mereka. Namun, untuk pasar keuangan, tidak banyak yang bisa dijadikan alasan untuk melakukan perdagangan di kedua arah karena kurangnya informasi lebih lanjut.

Loading...