Komentar Trump KO Aset Risiko, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Setelah bergulir dalam kisaran yang sempit, akhirnya sanggup menyudahi Rabu (4/12) di teritori hijau, ketika komentar terbaru , Donald Trump, tentang tensi dengan melukai aset berisiko. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.105 per dolar AS.

Sementara itu, dari , indeks dolar AS harus berkutat di zona merah pada hari Rabu, sedangkan aset safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss bergerak lebih tinggi, setelah Presiden Donald Trump menuturkan bahwa kesepakatan perdagangan dengan China mungkin tidak akan tuntas setelah pemilihan presiden tahun 2020. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,061 poin atau 0,06% ke level 97,676 pada pukul 15.51 WIB.

Dilansir Reuters, greenback, bagaimanapun, secara luas telah dijual terhadap rival utamanya, yang membantu pound sterling naik ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan. Pernyataan Trump bahwa ia ‘tidak memiliki tenggat waktu’ untuk perjanjian dengan China melukai sentimen dan mengguncang pasar keuangan.

Trump sebelumnya sudah ‘menyebarkan’ keresahan besar pada awal minggu ini. Pada hari Senin (2/12), ia mengatakan akan memukul Brasil dan Argentina dengan tarif impor untuk ‘devaluasi besar-besaran mata uang mereka’. AS lantas mengancam akan memberikan bea hingga 100% untuk barang-barang asal Prancis, dari sampanye hingga tas.

Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross, pada hari Selasa (3/12) mengatakan bahwa meski pembicaraan tingkat staf dengan China berlanjut, tidak ada pertemuan tingkat tinggi yang dijadwalkan. Jika tidak ada kesepakatan atau kemajuan substansial dalam perundingan sebelum 15 Desember, tarif untuk impor Tiongkok yang tersisa, termasuk telepon seluler, komputer laptop, dan mainan, akan berlaku.

“Harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China sudah memudar, dan dolar AS terhadap yen telah menembus level dukungannya, sehingga bias miring ke bawah,” tutur manajer umum penelitian di Gaitame.com Research Institute di Tokyo, Takuya Kanda. “Lebih banyak tarif akan mendorong dolar AS bergerak lebih rendah lagi terhadap yen.”

Gesekan perdagangan global telah melemahkan ekonomi dengan banyak negara berjuang untuk menemukan pijakan mereka dalam menghadapi pelemahan , investasi, dan keuntungan perusahaan. Baik mata uang Jepang maupun Swiss akhirnya cenderung dibeli sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian.

Loading...