Kabinet Jokowi Penuh Kejutan, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - bangka.tribunnews.comRupiah - bangka.tribunnews.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Rabu (23/10) sore, setelah nama-nama menteri dalam Kabinet Indonesia Maju resmi diumumkan, yang memunculkan sejumlah kejutan. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menguat 9 poin atau 0,06% ke level Rp14.032 per .

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.051 per dolar AS, menguat tipis 7 poin atau 0,05% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.058 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berkutik melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,41% dialami won Korea Selatan.

Hari ini, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan nama-nama menteri yang akan bekerja dalam Kabinet Indonesia Maju. Kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai penuh kejutan, dengan hadirnya nama-nama profesional muda, seperti Nadiem Makarim yang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ada juga nama Prabowo Subianto yang dilantik menjadi Menteri Pertahanan.

“Bagi saya, ada beberapa kejutan, terutama masuknya profesional kekinian yang punya track record di luar pemerintahan dan politik,” ujar pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang, Wawan Sobari, dilansir Republika. “Kejutan lainnya juga muncul dari sosok Prabowo Subianto yang saat ini diketahui memang dekat ke pemerintah.”

Namun sayangnya, seperti dikutip CNBC Indonesia, setelah nama-nama tersebut diumumkan, rupiah sempat berbalik melemah. Penguatan tajam dalam dua hari terakhir, bahkan sempat mencapai level Rp13.990 per dolar AS kemarin (22/10), memicu aksi ambil untung (profit taking) pelaku yang membuat rupiah drop. Untungnya, spot kembali positif hingga akhir transaksi.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, memanfaatkan pelemahan yang dialami pound sterling akibat terbebani ketidakpastian mengenai . Mata uang Paman Sam menguat 0,0476 poin atau 0,05% ke level 97,572 pada pukul 12.33 WIB, melanjutkan tren positif pada transaksi sebelumnya.

Diberitakan Reuters, pound sterling melemah setelah para pembuat kebijakan di Parlemen Inggris menolak usulan pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson terkait jadwal untuk mempercepat legislasi kesepakatan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit). Hal ini meningkatkan spekulasi bahwa Inggris tidak akan dapat menuntaskan proses Brexit dengan batas waktu 31 Oktober.

Loading...