Selasa Sore, Rupiah Berakhir Menguat Jelang RDG BI

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – Tren tetap terjaga pada perdagangan Selasa (17/11) sore ketika pasar keuangan sedang menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi masih akan mempertahankan acuan. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 55 poin atau 0,39% ke level Rp14.055 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.073 per , menguat 0,43% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.139 per . Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,57% dialami rupiah dan pelemahan terdalam sebesar 0,09% menghampiri dolar Taiwan.

Saat ini, pasar dalam negeri memang tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan berlangsung Rabu (18/11) hingga Kamis (19/11) esok. Sejumlah analis memproyeksikan bank sentral masih akan mempertahankan suku bunga acuan di angka 4% dalam pertemuan kali ini, walau pihak bank sempat menyatakan masih ada ruang penurunan suku bunga.

yang masih rendah menjadi alasan Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan suku bunga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Oktober 2020 sebesar 0,07% ketimbang bulan sebelumnya,” tutur analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardiastama, dilansir dari Kontan. “Kami melihat pelaku pasar juga berharap bank belum menaikkan suku bunga, terlebih saat ini beberapa sektor seperti properti berharap suku bunga yang rendah dapat menarik minat masyarakat dalam pembelian properti.”

Dari pasar global, dolar AS masih mengalami kerugian pada hari Selasa karena kembalinya pembatasan akibat wabah virus corona di beberapa negara bagian AS dan kekhawatiran tentang transisi yang mulus untuk presiden terpilih, Joe Biden, mengimbangi optimisme tentang vaksin COVID-19. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,134 poin atau 0,14% ke level 92,508 pada pukul 11.10 WIB.

“Reaksi pasar telah dibatasi karena butuh waktu untuk mendistribusikan vaksin, dan ada ketidakpastian tentang politik AS,” kata kepala strategi valuta asing di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto, seperti dilansir dari Reuters. “Kecuali kita mengatasi rintangan itu, dolar AS tidak akan naik. Mata uang itu terlihat sangat lemah terhadap yuan China.”

Loading...