Rabu Sore, Rupiah Terbang 0,97% Jelang Putusan The Fed

Rupiah - citypost.idRupiah - citypost.id

Rupiah mampu menjaga tren positif hingga Rabu (29/4) sore ketika fokus investor terutama tertuju pada apa kebijakan terbaru yang mungkin akan dikeluarkan pada akhir pertemuan . Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.51 WIB, Garuda ditutup tajam 150 poin atau 0,97% ke level Rp15.295 per dolar .

Sementara itu, Bank Indonesia pagi tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp15.415 per dolar AS, naik 73 poin atau 0,47% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.488 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,56% dialami won Korea Selatan.

“Salah satu pendorong rupiah ialah defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Semula 2,5% hingga 3% dari PDB, dan Insya Allah akan lebih rendah dari itu,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dilansir Bisnis. “Saat ini, (kurs) masih Rp15.400 karena faktor teknikal, namun kami optimistis bahwa rupiah dapat menuju level Rp15.000 terhadap dolar AS pada akhir 2020.”

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS terpantau lebih rendah pada hari Rabu, karena melambatnya penyebaran virus dan upaya untuk membuka kembali ekonomi mendukung suasana hati investor, menjelang pertemuan bank sentral utama. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,148 poin atau 0,15% ke level 99,717 pada pukul 11.42 WIB.

Dikabarkan Reuters, -19 mencapai angka 1 juta di AS semalam waktu setempat, tetapi fokus investor kini semakin meningkat pada rencana untuk melonggarkan pembatasan dan memulihkan ekonomi yang terpukul. Pasar hampir semata-mata berfokus pada sisi positif selama sepekan terakhir, seperti terlihat dalam kinerja dolar Australia, mata uang yang peka terhadap risiko.

Selain itu, perhatian utama juga tertuju pada rapat Federal Reserve yang akan berakhir pada Kamis (30/3) pagi WIB dan European Central Bank (ECB) keesokan harinya. Investor akan mengawasi untuk melihat apakah bank sentral AS memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan setelah merespons kehancuran ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan memangkas suku bunga, membeli obligasi, dan mendukung pasar kredit.

“Tidak ada harapan bahwa Federal Reserve akan mengubah kebijakan mereka,” kata analis FX di Commonwealth Bank of Australia, Joe Capurso, pada Februari lalu. “Pasar pasti akan sangat tertarik mengetahui apa angka (perkiraan ekonomi) itu, atau setidaknya secara kualitatif seberapa dalam dan berapa lama ini akan berlangsung.”

Loading...