Jumat Sore, Rupiah Tetap Hijau Jelang Laporan PDB AS

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

JAKARTA – mampu bertahan di area hijau pada Jumat (20/12) sore ketika aktivitas cenderung sepi di tengah penantian akan data bruto AS kuartal III/2019. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.978 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di posisi Rp13.993 per dolar AS, terdepresiasi 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.983 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,19% dialami peso Filipina meski won Korea Selatan mampu bergerak naik.

Bloomberg melaporkan, mata uang Negeri Ginseng mampu menguat sedangkan kurs Asia lainnya bergerak fluktuatif seiring dengan aktivitas perdagangan yang sepi menjelang libur panjang akhir tahun. Di saat yang bersamaan, investor masih menantikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan perdagangan ‘fase satu’ antara AS dan China.

Dari pasar , indeks dolar AS mampu bergerak naik, meski dalam rentang yang tipis, menjelang pengumuman data produk domestik bruto (PDB) AS yang dijadwalkan Jumat ini waktu setempat. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,042 poin atau 0,04% ke level 97,421 pada pukul 13.05 WIB, setelah kemarin sempat berakhir di zona merah.

Dilansir dari Reuters, dolar AS telah didukung oleh data yang kuat yang dilaporkan awal pekan kemarin, menurunkan ekspektasi Federal Reserve akan melanjutkan siklus pemotongan suku bunga pada tahun 2020. Laporan The Fed Philadelphia bahwa indeks kondisi bisnis turun menjadi 0,3 pada Desember dari 10,4 pada November juga gagal menekan greenback.

Dolar AS juga tidak bereaksi banyak terkait pemakzulan Presiden AS, Donald Trump, oleh DPR AS atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan untuk mendikte Kongres. Berita pemakzulan Trump tersebut tidak memengaruhi selera aset berisiko, karena Senat yang dikendalikan Partai Republik diperkirakan akan membebaskan Trump.

Saat ini, para pelaku pasar tengah menantikan laporan estimasi final PDB AS untuk kuartal III/2019 yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat oleh Departemen Perdagangan AS. Sebelumnya, data ekonomi menunjukkan sinyal campuran, dengan klaim pengangguran turun sedangkan aktivitas pabrik hampir rata. “Pasar cenderung sepi untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi pada data produk domestik bruto,” kata pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc., Juan Perez.

Loading...