Selasa Sore, Rupiah Menguat Jelang Debat Capres AS

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

JAKARTA – Setelah sempat bergejolak, rupiah akhirnya mampu menuntaskan Selasa (29/9) sore di area hijau ketika fokus saat ini tengah tertuju pada debat pertama calon presiden AS dan stimulus bantuan -19. Menurut laporan Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda menyudahi dengan menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.895 per AS.

Sementara itu, yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.920 per dolar AS, menguat 39 poin dari transaksi sebelumnya di level Rp14.959 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang Asia terpantau turun, termasuk rupiah, yuan China, rupee India, dan won Korea Selatan.

“Kami mengurangi kepemilikan mata uang emerging market sedikit demi sedikit karena volatilitas aset berisiko cenderung meningkat menjelang Pemilu AS,” jelas Head of Currencies BNP Paribas Asset Management, Momtchil Pojarliev, dilansir Bisnis. “Dolar AS sudah oversold hingga akhir Agustus 2020, dengan konsensus waktu itu mengatakan jual.”

Dari pasar global, indeks dolar AS relatif bergerak stabil terhadap sekeranjang mata uang pada hari Selasa, ketika fokus utama para pedagang saat ini tertuju pada debat pertama calon presiden AS dan perkembangan RUU stimulus AS. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,056 poin atau 0,06% ke level 94,222 pada pukul 14.26 WIB.

“Jika debat membuat (Donald) Trump mundur dan (Joe) Biden terus memimpin, saya pikir hal itu bisa membuat orang melepaskan dolar AS mereka,” kata kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, Daisuke Karakama, disalin dari Reuters. “Pasar greenback secara luas telah mencapai titik terendah dari harga rendah sejak pertengahan September. Pertanyaannya adalah bagaimana tren di bulan Oktober.”

Karakama menambahkan bahwa pelaku pasar juga mencermati rencana paket stimulus. Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan pada hari Senin (28/9) bahwa anggota dari Partai Demokrat mengumumkan tagihan bantuan senilai 2,2 triliun dolar AS, yang merupakan langkah kompromi untuk mengurangi biaya bantuan .

Loading...