Ikuti Kurs Asia, Rupiah Berbalik Menguat di Kamis Sore

Rupiah - www.teropongbisnis.comRupiah - www.teropongbisnis.com

JAKARTA – mampu mengatrol posisi ke area hijau pada Kamis (3/10) sore, ketika mayoritas mata uang Asia bergerak menguat dengan memanfaatkan terbaru mengenai angka tenaga kerja AS yang sedikit lesu. Menurut catatan Index pada pukul 15.52 WIB, mata uang Garuda menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.172 per AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.193 per dolar AS, menguat 14 poin atau 0,10% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.207 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang di Asia kompak mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,15% dialami ringgit Malaysia.

Dari , indeks dolar AS terdepresiasi pada hari Kamis, di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan makin dalamnya tensi perdagangan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,051 poin atau 0,05% ke level 98,968 pada pukul 15.45 WIB, setelah kemarin sudah ditutup turun 0,109 poin atau 0,11% di posisi 99,019.

Seperti diberitakan Reuters, greenback harus turun pada transaksi semalam setelah data terbaru menunjukkan perekrutan oleh pengusaha swasta AS melemah pada bulan September 2019, indikator terbaru bahwa perselisihan perdagangan dengan China sedang menyakiti ekonomi terbesar dunia. Laporan tersebut menyusul data terpisah pada hari Selasa (1/10) yang menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur yang membuat pasar saham dan imbal hasil obligasi jatuh.

“Pasar mulai melihat ekonomi AS dengan kekhawatiran yang sedikit meningkat,” kata seorang analis pasar di broker FXTM di Kuala Lumpur, Han Tan. “Ketakutan sekarang adalah bahwa perlambatan manufaktur di ekonomi global juga memberi umpan balik ke AS. Lonceng alarm yang lebih besar akan berbunyi jika kita mulai melihat perlambatan yang lebih besar dari konsumen AS.”

Menambah kekhawatiran, AS memenangkan persetujuan untuk memungut tarif atas barang-barang Eropa senilai 7,5 miliar dolar AS atas subsidi ilegal yang diberikan kepada Airbus, mengancam akan memicu perang perdagangan trans-Atlantik. Selain itu, pasar menunjukkan peluang 73% bahwa Federal Reserve akan mengurangi suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.

Loading...