Menguat di Selasa Pagi, Rupiah Siap Cetak Hat-trick?

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah terus melaju di area pada Selasa (25/8) pagi, memanfaatkan pelemahan yang masih dialami oleh . Menurut Index pada pukul 09.02 WIB, mata uang Garuda menguat 84 poin atau 0,57% ke level Rp14.586,5 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 102 poin atau 0,69% di posisi Rp14.670,5 per dolar AS pada Senin (24/8) kemarin.

Menurut riset Monex Investindo Futures, seperti disalin dari Bisnis, dolar AS nampak melemah pada Senin sore, sedangkan mencatat penguatan ke level tertinggi 1950,45 dolar AS, dan mata uang utama lain juga menguat terhadap greenback. Mata uang Paman Sam turun di tengah sikap hati-hati pasar karena mendekatnya badai ke perairan pantai Florida di Teluk Meksiko. Selain itu, pasar bersikap waspada menjelang pidato gubernur The Fed pada simposium Jackson Hole pekan ini.

Gubernur The Federal Reserve, Jerome Powell, dijadwalkan akan berpidato secara virtual pada simposium Jackson Hole AS pada Kamis (27/8) malam WIB. Simposium kebijakan moneter, yang biasanya dihadiri oleh para petinggi sentral dunia, pejabat kementerian keuangan, akademisi, dan pelaku pasar uang , menantikan kemungkinan kebijakan baru dari The Fed di tengah kondisi pemulihan AS yang masih terhambat wabah corona.

Sementara itu, Foreign Exchange Strategist Malayan Banking (Maybank) Bhd., Yanxi Tan, mengatakan bahwa data aliran modal asing menunjukkan investor global belum kembali ke Indonesia dan sebagian besar obligasi berdenominasi rupiah diserap oleh investor domestik. Meski demikian, pada akhirnya kepemilikan asing yang sedikit bisa menjadi sentimen positif bagi rupiah karena volatilitas bisa berkurang. “Ketergantungan dengan hot money yang mulai berkurang bisa menurunkan volatilitas rupiah, para pembuat kebijakan akan lebih mudah memonitor dan mengelola sentimen,” ujar Tan.

Menurut analisis CNBC Indonesia, peluang rupiah untuk mencatatkan hat-trick penguatan terbuka lebar. Sentimen positif datang dari dalam negeri setelah pemerintah mencairkan bantuan subsidi gaji selama 4 bulan sebesar Rp2,4 juta atau Rp600 ribu per bulan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki upah di bawah Rp5 juta. Selain itu, tanda-tanda apresiasi rupiah juga sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market.

Loading...