Rupiah Menguat di Akhir Pekan Jelang Laporan Inflasi AS

Tren positif mampu berlanjut di perdagangan Jumat (14/7) ini setelah indeks dolar AS bergerak fluktuatif jelang pengumuman Paman Sam. Menurut catatan Index pukul 15.58 WIB, Garuda menutup akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.339 per dolar AS.

Rupiah membuka perdagangan dengan naik 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.343 per dolar AS. Pada pukul 11.31 WIB atau jelang jeda siang, mata uang Garuda kembali menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.345 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.37 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah mengalami apresiasi sebesar 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.335 per dolar AS.

Dari global, pergerakan indeks dolar AS cenderung fluktuatif di tengah kehati-hatian investor menjelang pengumuman data inflasi Paman Sam yang diprediksi dapat menentukan arah jangka pendek greenback. Setelah dibuka naik 0,036 poin atau 0,04% ke level 95,764, mata uang Paman Sam tersebut kembali hanya menguat tipis 0,011 poin atau 0,01% ke posisi 95,739 pada pukul 10.27 WIB.

Saat ini, para pelaku pasar sedang menantikan data terbaru inflasi AS yang dapat memperkuat pandangan bahwa The Fed akan kembali menaikkan dengan laju yang lebih cepat, sehingga akan mendorong pergerakan imbal hasil dan dolar AS. Meski demikian, indeks konsumen (consumer price index atau CPI) inti diprediksi hanya akan naik 1,7% secara year-on-year di bulan Juni 2017.

“Setelah kenaikan suku bunga pada Juni, The Fed terlihat mengamati tren inflasi secara hati-hati sebelum kembali mengetatkan kebijakan,” ujar chief currency strategist di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti diberitakan Reuters. “Jadi, minat pasar terhadap data inflasi Paman Sam sangat tinggi dan dolar AS cenderung bergerak luas ke arah mana pun.”

Sebelumnya, penguatan dolar AS sempat terhenti menjelang akhir pekan ini setelah Gubernur , Janet Yellen, menyampaikan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa Bank Sentral AS tersebut tidak akan terburu-buru dalam mengetatkan kebijakan moneter. Pada perdagangan Kamis (13/7) waktu setempat, greenback harus ditutup melemah 0,03% ke level 95,728.

Loading...