Rupiah Menguat Berdasar Kurs Tengah BI

Rupiah-DollarNilai tukar Rupiah kali ini kembali kembali , jika merujuk pada data referensi dari (Jakarta Interbank Spot Rate). Menurut data yang dirilis oleh , Rupiah merayap naik ke posisi Rp 12.932 perDolarnya atau menguat sebesar 0,30% dari posisi sebelumnya di level Rp 12.972 per Amerika. Namun hal berbeda justru disampaikan oleh Indeks . Menurut data yang didapatkan pada pukul 10.00 WIB pagi ini (25/3), Rupiah justru melemah sebanyak 0,16% ke posisi Rp 12.933 dari semula bertengger di level Rp 12.912 per Amerika.

Memang Rupiah telah meninggalkan level 13.000 terhitung sejak lemarin (selasa, 24/3). Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga mencatat bahwa Rupiah telah menguat sebesar 0,79% menjadi Rp 12.972 perDolarnya. Pakar Ekonomi Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menilai bahwa penguatan Rupiah ini tak luput karena koreksi terhadap sejak akhir minggu lalu. Kali ini posisi Dolar justru mendapatkan tekanan akibat pernyataan Wakil Gubernur , Stanley Fischer, yang mengatakan bahwa kenaikan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Kebijakan ini juga akan bergantung pada perkembangan angka tenaga kerja dan tingkat di Amerika Serikat sendiri. “Pernyataan ini cenderung dovish,” terang David.

Sementara itu, Nizar Hilmi selaku analis PT Soe Gee Futures memperjelas bahwa penguatan Rupiah juga dipengaruhi oleh serentetan kebijakan guna menstabilkan Rupiah. “Paket kebijakan ini cukup (untuk) menjaga kepercayaan pasar terhadap Rupiah,” ungkap Nizar.

 

Loading...