Rupiah Menguat 42 Poin ke Rp 13.518 per Dolar AS di Awal Dagang

Jakarta – Pada awal pagi hari ini, Rabu (30/11) mata uang dibuka 0,31 persen atau 42 poin ke level Rp 13.518 per AS. Kemarin, rupiah berakhir melemah 0,21 persen atau 28 poin ke Rp 13.560 per AS usai diperdagangkan pada Rp 13.522 hingga Rp 13.575 per AS.

PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa hari ini rupiah masih berpotensi untuk melemah karena adanya tekanan dari dolar AS dan juga ketidakpastian terkait aksi demo 2 Desember mendatang.

Kemungkinan kenaikan Fed Funds Rate (FFR) Amerika Serikat pada bulan depan semakin kuat. Terutama karena Amerika mengalami pertumbuhan yang baik di kuartal tiga 2016. Kemarin Biro Analisis AS melaporkan pertumbuhan bruto () pendahuluan di kuartal tiga mencapai 3,2%, lebih baik dari kuartal sebelumnya yang hanya 2,9%.

Ekonom Central Asia, David Sumual mengatakan, membaiknya data perekonomian AS telah menekan mata uang Garuda dan sejumlah mata uang emerging market yang lain. “Semua sentimen masih dari eksternal,” kata David. Pasalnya sentimen dari dalam negeri masih minim dan data ekonomi baru akan dilaporkan awal Desember kelak.

Menurut Research & Analyst Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, investor masih menanti data inflasi pada 1 Desember mendatang dan kebenaran isu demo (2/12). “Kalau berlangsung damai bisa mendorong sentimen positif,” katanya.

Sementara itu harga yang mengalami koreksi secara tajam menjelang pertemuan OPEC hari ini karena Iran dan Irak belum menyepakati jumlah pembatasan produksi . “Tekanan permintaan dolar yang biasanya tinggi di akhir bulan serta ketidakpastian atas demonstrasi pada Jumat mendatang diduga menjadi penyebab,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Loading...