Rupiah mengawali minggu catatan positif, IHSG anjlok

dolar-rupiah bergerak positif mengawali sesi perdagangan minggu ini. Menurut pantauan Indeks Dolar Bloomberg sore ini (1/6), Rupiah setinggi 10 basis poin dari posisinya di penutupan minggu lalu hingga kini bertengger di level Rp Rp 13.214 per . Pergerakan Rupiah hari ini berkisar di antara Rp 13.198 per Dolar hingga Rp 13.238 per Dolarnya. Berbeda dengan Bloomberg, (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) justru merilis data yang menyatakan bahwa Rupiah anjlok sejauh 19 basis poin dari posisi penutupannya Jumat lalu di level Rp 13.211 perDolar ke posiisnya sekarang di level Rp 13.230 per Dolar Amerika.

Dari sisi berbeda, (Indeks Gabungan) tipis pada akhir perdagangan hari ini (1/6). Meskipun beberapa bursa utama di kawasan Asia Pasifik menguat menjelang penutupan sore ini, namun sentimen positif tersebut tak mampu mendongkrak IHSG agar masuk ke teritori positif. Data inflasi pada bulan Mei yang dinilai masih cukup tinggi diduga menjadi penyebabnya. IHSG sore ini melemah 0,04% (setara 2,56 poin) ke posisi 5.213,81. Dari semua saham yang terlibat, tercatat 100 saham menguat, 166 saham turun, dan sisanya 92 saham bergerak stagnan.

Saham-saham yang terjun hingga membebani pergerakan IHSG diantaranya adalah saham BBRI (Rp 11.750), saham BMRI (Rp 10.725), dan aham BBNI (Rp 6.625). Sedangkan saham yang terpantau menguat diantaranya adalah saham BWPT (Rp 418), saham ASII (Rp 7.325), dan saham PGAS (Rp 4.320). Sektor – sektor yang bergerak melemah diantaranya adalah agribisnis, industri dasar, consumer, property, keuangan, perdagangan, dan manufaktur. Sedangkan sektor pertambangan, aneka industry, dan infrastruktur bergerak menguat jelang penutupan.

Loading...